Ketahui Penyebab Anemia Pada Remaja dan Cara Pencegahannya

Ketahui Penyebab Anemia Pada Remaja dan Cara Pencegahannya

Penyebab anemia pada remaja seringkali terjadi karena kurangnya asupan zat besi atau perdarahan saat menstruasi. Tenang saja, anemia umumnya mudah diobati dengan cara pemberian suplemen atau mengonsumsi makanan sehat.

Meski begitu, anemia tidak boleh Anda abaikan begitu saja, ya. Yuk, kenali apa saja penyebab anemia pada remaja, gejala umum serta penanganannya di bawah ini.

Penyebab Anemia Pada Remaja yang Penting Diketahui

Penyebab anemia pada remaja penting Anda kenali dengan baik agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan serius. Yuk, kenali penyebab, gejala dan cara mencegahnya!

Walaupun mudah diobati, Anda mesti tahu beberapa penyebab anemia pada remaja yang berpengaruh  pada kesehatan tubuh berikut ini:

1. Asupan Zat Besi Rendah

Zat besi memiliki peran yang sangat besar untuk pembentukan hemoglobin. Sehingga, asupan zat besi yang rendah dapat memicu timbulnya anemia.

Apabila seorang remaja kurang mendapat asupan zat besi, sebagai orangtua, Anda bisa memberikan makanan yang mengandung nutrisi ini, seperti jeroan, kacang-kacangan, hati, daging merah, bayam, kerang dan lainnya.

Selain itu, penting Anda ketahui bahwa ada beberapa makanan serta obat-obatan yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Mulai dari produk susu, suplemen kalsium, kopi, teh, antasida hingga makanan kaya kalsium lainnya.

Bahkan, masalah pencernaan seperti penyakit celiac, Crohn hingga operasi pass lambung juga dapat mengganggu penyerapan nutrisi ini, lho. Jadi, kalau anak Anda mengalami salah satu dari kondisi tersebut, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapat saran pola makan yang tepat.

2. Perdarahan

Perdarahan pada remaja ini biasanya terjadi saat mereka sedang mengalami menstruasi panjang tanpa asupan nutrisi cukup.

Konsumsi obat antiradang nonsteroid (NSAID) dalam jangka panjang, pascatrauma, demam berdarah, pasca operasi hingga wasir parah juga mungkin bisa menimbulkan perdarahan.

3. Adanya Penyakit Tertentu

Seorang remaja yang memiliki penyakit kronis tertentu, seperti penyakit autoimun berpotensi mengalami anemia. Sebab, jenis penyakit autoimun membuat sistem imun menghancurkan sel darah merah hingga jumlahnya menjadi berkurang.

Tak hanya autoimun, beberapa penyakit seperti malaria, leukimia, talasemia, infeksi virus Epstein-Barr (EBV) juga dapat menyebabkan anemia. Sebab, sel akan mati lebih cepat sebelum waktu proses pembentukannya.

4. Terdapat Kelainan Bentuk Pada Sel Darah Merah

Kelainan bentuk sel darah merah juga dapat menjadi penyebab anemia pada remaja, misalnya anemia sel sabit.

Anemia sel sabit terjadi akibat faktor genetik, yaitu ketika bentul sel darah merah yang seharusnya berbentuk bulat menjadi seperti bulan sabit. Bentuk sel darah seperti huruf C ini cenderung menyumbat pembuluh darah serta menimbulkan peradangan. Sehingga, dapat memberikan kerusakan pada jaringan hingga pembekuan darah yang berbahaya.

5. Kekurangan Vitamin B12 dan Folat

Penyebab anemia pada remaja lainnya terjadi karena kekurangan vitamin B12 dan folat yang berfungsi untuk membuat sel darah merah. Jika pola makan cenderung rendah vitamin ini, maka anemia pun bisa terjadi. Tak hanya itu, gangguan autoimun maupun pencernaan pun dapat menjadi penyebab munculnya anemia.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk memberikan anak remaja makanan hewani atau sereal sarapan yang kaya vitamin B12. Sementara kandungan folat biasanya dapat Anda temukan dari buah-buahan serta sayuran hijau.

Gejala Umum Anemia yang Sering Terjadi Kepada Remaja

Setelah mengetahui penyebabnya, Anda juga harus tahu apa saja gejala umum anemia yang sering terjadi kepada remaja, yaitu:

  • Kulit, pipi dan bibir berubah menjadi pucat
  • Mudah marah, lelah dan sering tidur siang
  • Bagian mata terlihat menguning
  • Tubuh menjadi terlihat lemah
  • Lapisan kelopak mata serta bantalan kuku terlihat kurang merah muda dari biasanya.

Selain anemia, remaja yang mengalami kerusakan sel darah merah berpotensi mengalami penyakit kuning alias jaundice yang ditandai dengan urine berwarna gelap. Kalau Anda melihat tanda-tanda seperti ini, segera lakukan penanganan awal dengan memberikan makanan yang dapat meningkatkan sel darah merah. Kalau bisa, berikan juga vitamin atau suplemen penambah darah sesuai resep dokter, ya.

Cara Mencegah Munculnya Anemia Pada Remaja Secara Tepat

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, anemia pada remaja sebagian besar terjadi karena kurangnya asupan nutrisi di tengah pertumbuhan tubuh pesat.

Berikut ada beberapa cara mencegah anemia pada remaja yang bisa Anda lakukan:

  • Pastikan untuk mencukupi kebutuhan zat besi dari makanan yang anak konsumsi. Mulai dari memberikan daging merah, daging ayam, kacang polong, telur, tahu, sereal hingga ikan.
  • Hindari konsumsi kopi dan teh saat waktu makan, sebab jenis minuman ini dapat membuat tubuh sulit untuk menyerap zat besi.
  • Anda juga dapat memantau siklus menstruasi anak remaja, termasuk lama waktu perdarahan serta banyaknya darah yang keluar.
  • Konsumsi buah dan sayuran tinggi vitamin C, seperti jeruk, brokoli, jambu merah agar membantu proses penyerapan zat besi.

Tak hanya itu, para remaja juga harus menjaga kesehatan tubuh dengan rutin berolahraga, tidur yang cukup dan mengelola stres dengan baik. Untuk pengelolaan stres, remaja dapat meluangkan waktu untuk menjalani hobi masing-masing.

Itulah beberapa penyebab anemia pada remaja yang penting Anda kenali sejak dini sebagai langkah awal pencegahan. Sebagai orangtua, Anda juga mesti memantau tumbuh kembang anak serta mencegah adanya gangguan pada kesehatannya.