Tampil Seksi dan Menggairahkan Untuk menolak UU Pornografi?
UU Pornografi sudah disahkan.. Namun fenomena-fenomena penolakan yang diwujudkan dalam aksi terbuka semakin marak saja. Khususnya di Bali, saya sendiri selaku pendatang di Bali yang sudah menetap selama 3 tahun mengetahui penolakan UU Pornografi ini dilakukan secara terang-terangan.
Adalah koran Jawa Pos yang di dalamnya memuat Radar Bali (sub koran untuk masing-masing daerah), dikatakan bahwa masyarakat yang tergabung dalam beberapa perkumpulan mendemo pengesahan UU Pornografi itu. Alasannya sih beragam.. ada yang menolak karena kebudayaan agama (di Bali kalau beribadah pasti pake kebaya transparan), takut dijauhin bule (perkiraan saya sih). Namun ternyata ada fenomena lain yang seolah-olah menolak lebih terang-terangan.
Pada tanggal 12 November kemarin, Bali disokong satu lagi tempat hiburan penjual “Surga Dunia” yang terletak di bibir hutan bakau. Dengan kata lain tempat hiburan itu baru saja dibuka. Meski bangunan fisiknya belum seratus persen jadi, namun Up Heaven sudah mampu tampil menjadi buah bibir penikmat lendir di Bali. Maklum saja, suguhan yang disiapkan cukup menantang dan mengundang gairah lelaki.

Ada juga grup band penyanyi “Trio Kirani Jar”, beranggotakan tiga dara cantik yang bertipikal seksi dan mempesona. Disebut begitu karena Trio Kirani Jar ini memang selalu tampil dengan dandanan yang cukup menggoda dan menggiurkan. Dan sebagai salah satu pengisi acara dalam ajang musik Bali kolosal, kelompok vokal asal Gianyar ini rencananya akan tampil lebih heboh dan berani lagi dari penampilannya selama ini. Penampilan berbeda dari biasanya ini adalah sebagai senjata andalan Trio Kirani Jar atas kepercayaan yang telah diberikan pihak penyelenggara sekaligus demi denyut nadi perkembangan blantika musik Bali. Selain itu, juga sebagai aksi penolakan UU Pornografi.
Dua contoh di atas merupakan aksi nyata dimana UU Pornografi menuai kontroversi yang tidak kalah seru dengan pernikahan gadis berusia 12 tahun. Bukan hanya aksinya yang terang-terangan, namun pemberitaannya juga lebih terang-terangan. Namun apakah benar fenomena itu sebagai bukti tindakan menolak UU Pornografi? Ataukah mereka hanya menjadikan UU Pornografi sebagai alasan mereka berbuat seperti itu?




November 26th, 2008 at 2:15 pm
mampir nih…
wah.. domain nya apik mas..
November 26th, 2008 at 5:30 pm
alasan dan pembenaran memang bedanya tipis…
November 26th, 2008 at 5:31 pm
[...] See the original post here: Tampil Seksi dan Menggairahkan Untuk menolak UU Pornografi? [...]
November 27th, 2008 at 11:19 am
Nunggu UU Pornografi hilang tak berbekas dimakan waktu aja deh … seperti anjuran untuk sepeda motor supaya menyalakan lampu di siang hari.
Ntar setelah setahun juga oang2x lupa pernah bikin UU pornografi ?
“eh. UU Pornografi ? sudah lupa tuh .. ” :D mirip iklan sakit kepala ..
November 28th, 2008 at 10:20 am
kalo ga setuju dengan sebagian isinya.. seharusnya yang protes juga ikut memberi solusi yang visible dan practical untuk membangun mental bangsa.
Soalnya.. moral kita makin hari makin parah.. kalo nda kita usahakan perbaikan dari sekarang.. nanti kita sendiri atau keturunan kita yang kena dampak buruknya..
November 28th, 2008 at 10:57 pm
Sebenarnya aturan2 yang kayak begini nggak usah dibuat jadi undang2 karena semua bersifat normatif sesuai dengan adat istiadat dan budaya masing-masing daerah. Terlalu banyak energi berdebat soal hal ini karena memang pada dasarnya banyak yang lebih urgent untuk dibahas untuk menciptakan masa depan bangsa dan generasi muda yang lebih baik. Semoga saja keluarnya undang2 ini tidak sampai membuat perpecahan di Indonesia :D
November 29th, 2008 at 12:21 am
@ipung: sebenernya solusinya sih sudah diberikan (saya lihat debat di tipi). yaitu itu lebih memfokuskan pada agama dan norma masyarakat. karena pornografi itu sifatnya bukan diatur dalam hukum
@Adieska: betul saya setuju bro
November 29th, 2008 at 9:35 pm
itu wjB di adkan uu pornogrfi..
spya stiap kaum wnita hrus menutupi auratnya n,bsa dihrgai oeh kaum pria2 yg hidung belang hehehe