rahasia keperkasaan

RUU Pornografi Akan Segera Disahkan?

Oleh: lukman, 15 September 2008 - 15:47 WIT. Kategori: Berita.

Usaha Berhasil

Membaca Koran Hari ini, mataku tertuju pada satu topik yang berjudul RUU Pornografi Segera Disahkan. Sebenarnya saya tidak tahu dan tidak mau tahu, kebetulan saja melihat di koran.

Dikatakan bahwa DPR merampungkan pambahasan RUU Pornografi, dan draf utuhnya akan segera diserahkan panitia khusus (pansus) RUU Pornografi ke badan musyawarah (bamus) untuk diagendakan pengesahannya di paripurna DPR. Sebenarnya DPR ini kurang kerjaan atau gimana ya ? Membahas masalah yang tidak perlu.

Penolakan dilakukan oleh dua fraksi, yakni PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Damai Sejahtera (PDS). Kedua fraksi tersebut menyatakan tetap menyatakan penolakan keras. Alasannya, RUU Pornografi masih memarginalisasi perempuan. Juga terkesan terlalu mencampuri domain privat warga negara, khususnya aspek moralitas.

“Pengertian seksualitas luas sekali. Kalau aku macak (dandan) terus ada yang melihat dan terangsang, berarti aku bisa ditangkap”, ujar anggota pansus RUU Pornografi dari fraksi PDI perjuangan yang bernama Eva Kusuma Sundari.

Apalagi terdapat pasal yang menyebutkan larangan untuk memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi. Bahkan ada ancaman pidana paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak RP 2miliar. Berarti suami istri yang mengonsumsi blue film bisa dipenjara juga.

Hati-hati bagi polisi yang menyita blue film sebagai barang bukti. Bisa-bisa dipenjara loh. Dan bisa-bisa polisi banyak yang kena tuh :D

cara buat facebookcara menambah+ukuran+penisiklaniklan

6 orang sudah berkomentar, ingin menambahkan?


  1. UU Pornografi ini memang UU yg gak jelas, tapi ya kita tunggu aja gimana penerapannya nanti di lapangan.

  2. Ini pasti upaya untuk mengalihkan perhatian dari masalah BBM dan kemiskinan, bego aja deh lu yg ngedukung RUU ini, mau aja dibegoin pemerintah, memangnya MPR/DPR bisa ngasih pahala buat loe apa?

  3. jelas digoblokin… penggoblokan bangsa, memundurkan bangsa … moral terkait agama, kalo seseorang moralnya gak bener, berarti bisa aja tuh orang kurang taat beragama … mestinya pendidikan moral dan budi pekerti harus lebih dibudayakan. juga pendidikan agama dan peran tokoh2 agama untuk lebih berperan. bukannya tokoh agama seperti sekarang yang diurusi politik melulu. RUU disahkan … udah gitu gak boleh gini gak boleh ngelanggar HAM, yeee minyak tanah tetep aja naek harganya …. gila … itu yang URGENT … bukan pornografi … anggota DPR aja bejat … RUU itu mungkin untuk nutupin bejatnya anggota DPR kali ye … MASYARAKAT DILARANG PORNO, TAPI DI DPR PORNO JALAN TERUSSSS ……

  4. Aq setuju mmg ada masalah yang lbh penting, tp ini jg lumayan penting n jgn salahkan kl ada yg berniat baik, spt kalian jg yg ada yg minta toleransi kl misalnya lg berbuat gak bener.
    Buat gnoy, gimana bs embernya penuh keisi air kalo ada yang ngisi air tp jg ada yg bikin lobang di ember. N biarin aja deh anggota DPR(“oknum”). Tau sendiri khan mereka punya mata, telinga n hati tp gak kepake semua.
    Mengenai definisi, aq setuju kalo perlu lbh sederhana n mgkn flexible, supaya lbh mdh dipahami n diterapkan(aq jg lg mikir, he3x:)). Tp kalo ada yg beralasan keberagaman, aq pikir mereka salah. Aq kasih contoh ekstrem ya. Ada polisi, ada maling. Lalu apa dengan alasan keberagaman lalu maling2 itu jd bebas berkeliaran n berbuat??
    Ingat kejahatan bukan hanya karena ada niat dari pelaku, tapi jg karena ada kesempatan. Waspadalah2x, he3x:)

  5. permintahan sekarang memang rada aneh yah. dikecam pihak tertentu aj udah takut duluan. nah masak negara kita harus selalu diatur dengan kelompok tertentu saja.ingat loh negara kita ini negara majemuk. ga cuman satu kelompok aj yang ad didalamnya. nah sekarang apa perlu bhineka tunggal ika tetap kita terus teriakkan. padahal kebebasan dari beberapa suku sementara terkoyak misal saja bali, irian, dayak, dlll. dimana sech otak pemerintah kita, mau saja didikte oleh kelompok2 yang menamakan dirinya penegak keadilan salah satu agama.

  6. Assalamualaikum

    Saya setuju ada UU Pornografi kayak di LN, cuman saya sangat menentang RUU pornografi yang ada skrg ini krn bbrp hal mendasar:
    1. Harusnya UU Pornografi mengatur pembuatan dan peredaran film, majalah, buku cerita porno/semi.
    Porno = hub intim/sex dengan menampilkan organ intim; Semi = hub intim/sex tapi tidak menampakkan organ intim.
    2. Jika peredaran film atau material porno tsb diperbolehkan, maka harus dibatasi untuk yang dewasa aja (spt UU Pornografi di LN). Jika dirasa susah untuk pengawasannya, mendingan dilarang aja.
    3. Draft RUU pornografi yang ada saat ini telah menyentuh ke cara berpakaian, adat, diluar konteks porno itu sendiri. Jadi besok lusa jika ada cewek memakai celana pendek, bisa2 dikategorikan porno. Ini khan keterlaluan. Atau jika ada cewek pake singlet atau kembem, dianggap porno juga. Gimana kalo cowo pake celana pendek dan bertelanjang dada, apakah tidak porno juga? Gimana jika ada cewek/ibu2 yang terangsang meliat cowok berotot bertelanjang dada dan memakai celana ketat? Apakah cowoknya bisa ditangkap? atau cuman cewek yang memakai celana pendek atau kembem? Jika ya, berarti ada diskriminasi gender dan lagi2 cewek menjadi korban/kambing hitam.
    4. Banyaknya definisi pornografi yang tidak jelas, ukuran porno didasarkan pada terangsang atau tidaknya orang yang melihat. Ini sangat subjektif sekali. Kembali ke poin 3 diatas, lagi2 cewek selalu jadi korban. Seharusnya Porno itu = beradegan sex/hub intim, gambar2 beradegan sex/kelamin atau semi.
    Jadi yang mesti diatur adalah semua film, majalah, buku cerita, situs internet, dll yang jelas2 menggambarkan hub intim/kelamin/sex.
    Bukan cara orang berpakaian. Ini Draft RUU Pornografi paling nyeleneh yang pernah ada.
    5. Adanya peran serta masyarakat dalam mengawasi. Berarti bisa memperbolehkan siapapun untuk menghakimi atau menuduh seseorang porno atau tidak. Dasarnya penilaiannya, ya itu terangsang atau tidak. Khan sangat absurb sekali. Lagi2 selalu cewek yang jadi korban. Gimana dengan cowok bertelangjang dada dan bercelana ketat?

    Demikian ulasan saya. Tolak Draft RUU Pornografi yang ada saat ini.

:01: :02: :03: :04: :06: :07: :08: :09: :10: :11: :12: :13: :14: :15: :16: :18: :19: :20: :22: