Kemenangan wakil Nangroe Aceh Darussalam (NAD) Qory Sandioriva dalam pemilihan Putri Indonesia 2009 ternyata menuai kecaman. Kecaman yang sekaligus penolakan itu datang dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Aceh Timur yang membawahkan lebih dari 21 organisasi perempuan Aceh.
Alasannya apa?
Organisasi tersebut secara tegas menolak klaim Qory yang menyatakan bahwa dirinya mewakili Provinsi NAD dalam ajang bergengsi tersebut.
Qory dinilai telah merusak nilah-nilai Islami yang diterapkan di Aceh, ungkap Ny Hj Sri Indrawati Bachtiar SH selaku ketua GOW Aceh Timur.
“Keikutsertaan Qory dalam ajang tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam yang ada di Aceh,” kata Sri. Bahkan menurut dia, yang dilakukan Qory justru menjatuhkan harkat dan martabat Aceh sebagai daerah syariat Islam.
Tidak kurang, para pejabat di Pemprov NAD pun mengecam penampilan Qory tersebut. Pemprov NAD merasa tidak bangga sedikit pun atas prestasi nasional Qory.
Sri bahkan meminta Pemprov NAD tidak mengijinkan Qory menginjakkan kaki di bumi Serambi Makkah itu. “Kami sebagai perempuan Aceh merasa malu dan merasa terlecehkan dengan penampilan Qory di layar TV yang telah ditonton seluruh rakyat Indonesia.
Tindakannya telah menginjak harga diri perempuan-perempuan Aceh sebagai muslimah,” jelasnya.







waduh serem amat, gara gara gak pake jilbab dowang ya?


saya yg bukan penduduk aceh pun sangat tersinggung dengan pernyataan Qary yang dengan sengaja melepas jilbab sekedar hanya ingin memamerkan rambutY, sebagai muslimah dia sudah melecehkan identitasnya yg notabene bukan hanya sebagai (red.ngakunya) rakyat aceh tapi juga sebagi muslimah. g sepantasnya dia mendapatkan gelar putri inonesia yg seharusnya bisa dijadikan contoh o/ generasi muda khususnya muslimah yg tinggal sebagai mayoritas penduduk indonesia.. saya dukung GOW aceh… tegakan syariat islam.. jangan biarkan kita (red.muslimah) dilecehkan…
Mungkin sebaiknya wanita dari Aceh tidak perlu ikut2xan ajang seperti ini. Atau mungkin semua wanita muslim? Mungkin sebaiknya kembali hanya bertugas didapur dan dikasur saja seperti wanita di Arab. Jadi tidak akan ada lagi kontroversi seperti ini
astagfirullah,, demi sebuah gelar yang semu, seorang akhwat melepaskan sesuatu yang menjadi jati dirinya sebagai seorang muslimah,, hufppp,,,
Banyak cara buat muslimah untuk menunjukkan eksistensi dan prestasinya kepada dunia…but not like this one…bukan cuma gara-gara dia ngaku wakil dari Aceh. Ayolah..kalo pun menang jadi ratu tercantik sedunia so what?!!! apa ada manfaatnya buat orang banyak?apa lantas banyak turis main ke negara kita?apa bikin orang miskin jadi sejahtera?..dan apa Tuhan akan mengangkat derajatnya?…Ayolah kaum ku berfikirlah…kamu diberi otak bukan cuma untuk mengisi kepalamu..diberi kecantikan bukan untuk diobral murah!!
Tunjukkan bahwa tanpa harus kau langgar perintah Tuhan mu, kau bisa menunjukkan prestasimu yang membanggakan. ..