Gempa besar berkekuatan 7,2 skala Richter (SR) kembali mengguncang Aceh kemarin pagi (7/4). Gempa tektonik itu merupakan yang terbesar pascagempa dan tsunami yang memorak-porandakan tanah Serambi Makkah dan sejumlah negara lain di Asia pada Desember 2004 silam.
Menurut koran Rakyat Aceh (Jawa Pos), sedikitnya 21 warga terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Muhammad Nazar mengatakan, “Pemerintah akan menanggung semua biaya perawatan para korban yang tertimpa bencana.
Gempa berpusat di 2.33 LU – 97.02 BT dengan episentrum (titik pusat) berada di laut dengan kedalaman 34km tenggara Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue. Getaran gempa juga terasa di Sumatera Utara hingga Riau.
Peringatan tsunami menimbulkan kepanikan warga di pesisir Aceh. Mereka khawatir dan trauma akan gempa enam tahun lalu. Akibat gempa, aktivitas di Simeulue berhenti total. Bahkan, Kota Sinabang sempat gelap gulita.
Kerusakan paling parah akibat gempa kali ini terjadi di Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, yang berjarak sekitar 150km dari lepas pantai barat Aceh. Sekitar enam kantor pemerintahan juga mengalami kerusakan parah. Di Kabupaten Aceh Barat Daya, sejumlah rumah warga roboh.




