Flu babi yang meresahkan dunia, kini mengancam Indonesia. Pemerintah RI pun menyatakan siaga satu setelah virus H1N1 itu semakin menyebar di Indonesia. Bahkan kini, dua orang dinyatakan positif mengidap flu babi di Indonesia.
Selain itu ada juga WNI yang berada di luar negeri, yang positif terkena flu babi. Yakni tiga orang di Singapura dan satu orang di Australia. Menkes Siti Fadilah Supari di Depkes kemarin (24/6) mengatakan, “Satu petugas kami kirim ke Beijing untuk ikut pelatihan menghadapi virus flu H1N1. Lha kok malah diduga kena juga,” ujarnya.

Fadilah menambahkan, dua pasien yang positif flu babi yang kini dirawat di Indonesia adalah kasus impor. Artinya mereka tertular virus H1N1 tersebut di negara lain. Salah seorang penderita itu adalah seorang pilot berinisial WA. Sebelum merasa sakit, pria tersebut terbang ke Perth, Australia, pada 14 juni. Kemudian pada 18 juni dia bertolak ke Hongkong. Pada 19 juni, WA kembali ke Indonesia dan terindikasi terkena virus H1N1.
Pilot nahas tersebut langsung dilarikan ke RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, dengan keluhan demam dan batuk. Namun kondisi kesehatan pasien saat ini sudah membaik, tapi masih diisolasi di rumah sakit tersebut, kata Menkes.
Sedangkan pasien kedua yang terjangkit virus mematikan ini kini sedang dirawat di RS Sanglah Denpasar, Bali. Yakni BM (Bobie Masoner), wanita berusia 22 tahun warga negara Inggris dan tinggal di Melbourne, Australia. BM berkunjung ke Balli pada 19 juni lalu. Dan sehari kemudian, ia mengalami gejala panas dan batuk.

Bagi WNI yang positif mengidap flu babi di luar negeri, Menkes meminta mereka untuk tetap tinggal disana sambil menunggu benar-benar pulih. Menkes menambahkan kendati kasus influenza A (H1N1) belum terjadi langsung di Indonesia, masyarakat tetap diminta waspada.
Peringatan itu bukan tanpa alasan, sebab negara-negara yang berdekatan dengan Indonesia seperti Australia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Papu Nugini dan Vietnam dilaporkan sudah terjadi penyebaran virus H1N1.
Menkes menambahkan, yang perlu diwaspadai adalah mencegah perkawinan virus H1N1 dengan virus H5N1. “Sangat mungkin terjadi, meski tipis. Sebab, virus H5N1 sendiri sudah ada di Indonesia,” terangnya. Keganasan virus H5N1 ditambah penyebaran yang sangat cepat dari H1N1 ini bisa menimbulkan resiko kematian cukup tinggi.








wah kudu tambah waspada:lirik: