About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Warga Kalimantan Tengah Tolak Keras FPI, Saatnya FPI Intropeksi Diri

Berita
Nenglya, 14.02.2012 - 12:41
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Sabtu (11/2/12), ratusan warga Dayak, Kalimantan Tengah, mengadakan demo dan penjagaan ketat di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah menyusul akan adanya pembentukan Dewan FPI di Kalimantan Tengah.

Bahkan ratusan warga Dayak mengenakan pengikat kepala berwarna merah khas dayak dan juga menggunakan baju bermotif khas Dayak membentuk Barisan Pertahanan Adat Dayak Kalimantan Tengah guna mencekal kedatangan Habib Risiq, pemimpin tertinggi Front Pembela Islam (FPI) yang akan datang ke Palangkaraya untuk melantik pengurus FPI di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Anti-FPI-di-Kalteng

Para Pemuda Dayak pun yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Dayak Indonesia (GPDI) Kalimantan Tengah ini menyatakan penolakan keras atas rencana adanya Dewan FPI di Palangkaraya tersebut mengingat sikap-sikap FPI yang selalu anarkis dan selalu menjadi pemicu aksi kekerasan.

“Jangan ada orang luar yang mengatur kehidupan masyarakat Kalteng,” kata Wakil Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah, Lukas Tingkes, saat berorasi. Massa yang berdemo menolak FPI tersebut membawa senjata tradisional tombak dan mandau.

Salahuddin Wahid, salah seorang tokoh Hak Asasi Manusia mengatakan pasca terjadinya penolakan ratusan warga suku dayak di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, seharusnya Front Pembela Islam (FPI) introspeksi diri bukan memaksakan diri. FPI tidak punya hak apapun dan dimanapun, jika masyarakat terusik mestinya FPI sadar diri dan tidak memaksa.

“Sebaiknya menjadi bahan introspeksi karena Islam berarti keselamatan atau perdamaian bukan kekerasan.” ujar Gus Solah, panggulan akrab Salahuddin Wahid, adik mendiang Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Selain di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada April 2011 lalu, aksi penolakan FPI juga pernah terjadi di Jombang Jawa Timur. Gerakan Pemuda Ansor dan 15 organisasi massa lainnya di kabupaten Jombang menghadang FPI masuk ke kabupaten Jombang.

Beri Komentar