- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Akibat lawakan yang kurang pantas, Olga Syahputra mendapatkan ratusan pengaduan. Pengadu yang melapor di KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) mengeluhkan gaya lawakan Olga.
Tak tanggung-tanggung, laporan yang ditujukan ke Olga sudah ada sebanyak 117 pengaduan.
Diungkapkan oleh Nina Mutmainnah Armand selaku wakil dari KPI, bahwa pihaknya sudah mengundang lembaga penyiaran atas kasus Olga. Hal ini dikarenakan laporan yang ditujukan ke Olga tak sedikit, sudah 117 pengaduan.
Dikutip KapanLagi.com. saat Seminar Lentera Indonesia pada Selasa (20/12) pagi tadi, Nina juga menyatakan ketakutan atas ketidaksensitifan publik gara-gara kasus kriminal yang dijadikan bahan guyonan. Contohnya saja soal kasus korban perkosaan yang diduga dilecehkan oleh Olga lewat lawakannya.
Setali tiga uang, pernyataan atas pengaduan yang ditujukan kepada Olga juga disampaikan oleh wakil dari Ikatan Positif Perempuan Indonesia, Ratri. Menurutnya sangat disayangkan jika pemilik tayangan seolah tak memberi batasan untuk pengisi acara.
Sophia Hage dari perwakilan Lentera Indonesia juga memberikan pendapatnya. Ini bukan perkara apakah guyonan tersebut lucu, tapi pihak-pihak (terutama korban) perlu dijaga perasaannya. Seharusnya media termasuk Olga sadar bahwa kasus pemerkosaan ini bukan hal yang lucu.
Sebaliknya, pemerkosaan adalah hal serius yang harus ditindaklanjuti. Memang sih, lawakan yang muncul di televisi seringkali lawakan dengan cara menjelek-jelekkan orang lain, mempermalukan diri sendiri atau berlagak bodoh.
Lawakan tipe kuno dan murahan ini biasanya seringkali menyinggung pihak-pihak tertentu tanpa disengaja. Seharusnya lawakan bukanlah soal menertawakan korban lawakan, tapi soal kepandaian mengolah kata dan pikiran.
Kasihan ya korban pemerkosaan yang dijadikan bahan lawakan itu. Menyembuhkan dari trauma aja sudah susah, apalagi dijadikan lawakan. Bagaimana pendapat Anda atas ulah bang Olga ini?

potong lidaa…hnya