- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Berita duka. Telah meninggal dunia Kim Jong Il pada Sabtu (17/12) kemarin. Pemimpin Korea Utara itu menghembuskan napasnya yang terakhir saat dalam perjalanan dalam kereta api. Dengan berlinang air mata, seorang pembawa acara televisi di Korea Utara mengumumkan kabar duka terseut.
Kematian Kim Jong Il karena terlalu lelah secara mental dan fisik akibat terlalu keras bekerja memberikan pengarahan di “lapangan”.
Meski beberapa waktu terakhir ia terlihat sehat, publik dikabarkan sudah siap dengan kepergian Jong Il sejak serangan stroke yang menyerang Jong Il di tahun 2008 silam. Menurut Baek Seung-Joo yang berasal dari Lembaga Analisa Pertahanan Korea menyatakan bahwa publik telah siap sepenuhnya jika ditinggalkan Kim Jong Il.
Untuk menggantikan puncak kepemimpinan Jong Il, putranya yang bernama Kim Jong Un itulah penggantinya. Kiprah Jong Un memang belum banyak diketahui publik. Kehidupannya tak banyak diketahui publik. Sejak ayahnya menderita stroke di tahun 2008, profilnya sedikit demi sedikit terkuak.
Berusia akhir 20-an, pria muda yang berpendidikan Swiss tersebut akan melanjutkan generasi ketiga dari dinasti Kim. Meski minim pengalaman akan dunia militer, Jong Un sempat diberi jabatan jenderal bintang empat dan diserahi tanggung jawab sebagai senior di partai berkuasa.
Jong Un sejatinya tak mendapatkan dukungan penuh dari publik Korea Utara. Karena itu Kim Kyong Hui (saudari dari Kim Jong Il) bersama suaminya Jang Song Thaek diharapkan bisa ‘mengajar’ Jong Un. Langkah ini juga dilakukan guna mengantisipasi adanya perebutan kekuasaan yang mungkin bisa saja terjadi di masa depan.
Korea Utara hingga saat ini masih menempuh kebijakan untuk menutup diri dari komunitas internasional. Karena itu sejak kematian Kim Jong Il, dunia internasional pun cemas. Apalagi dengan adanya program nuklir. Korea Selatan mensiagakan militernya guna mengantisipasi adanya ancaman perang.
Tak hanya Korea Selatan, Jepang juga langsung melakukan pertemuan darurat untuk membahas perihal kematian Kim Jong Il. Sementara itu hal yang berlawanan terjadi di Cina. Pendukung Korea Utara itu malah menyampaikan dukungan bagi kelanjutan Korea Utara di bawah tangan Kim Jong Ul.
Turut berduka cita bagi kepergian Kim Jong Il.

cool story bro