- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Terkait dua gol yang dianulir serta bola hand ball yang seharusnya bisa mendapatkan tendangan penalti, Djohar Arifin hendak melaporkan wasit yang saat itu sedang mengawasi pertandingan Indonesia vs Malaysia di final ajang SEA Games XXVI/2011.
Menurut Ketua Umum PSSI tersebut, wasit telah mengeluarkan keputusan yang merugikan Titus Bonai dkk. Sehingga permainan tersebut dinilai tidak fair karena ulah wasit asal Jepang Tojo Minoru. Benarkah demikian?
Menurut Djohar, dalam pertandingan babak final kemarin, wasit dinilai aneh karena menganulir dua gol (gol Tibo dan Ferdinand Sinaga) Indonesia serta mengabaikan hand ball pemain Malaysia yang saat itu di dalam kotak penalti. Bukan mencari alasan kalah, menurut Djohar ini persoalan fair atau tidak fair.
Dengan kedua alasan tersebut, Djohar menyatakan akan melaporkan kasus wasit Minoru ini ke AFC dan FIFA. Apakah Anda setuju dengan alasan Ketua Umum PSSI ini?
Biarkan ahlinya berbicara..
Menurut Jimmy Napitupulu yang adalah seorang wasit senior Indonesia, tindakan yang diambil oleh Djohar Arifin dinilainya kurang benar. Keputusan wasit Minoru dianggapnya sudah tepat, apalagi dengan tekanan yang begitu kuat saat pertandingan.
“Saya menilai secara keseluruhan wasit bagus dan saya berani kasih nilai 9,” kata Jimmy yang berbicara menurut pengalamannya sebagaimana dilansir VIVAnews.com. Menurutnya, ada penilaian sendiri kenapa Minoru melakukan 3 hal tersebut, yakni:
1. Gol Ferdinand Sinaga: posisi Okto Maniani sudah offside saat itu, jadi wajar wasit mengambil keputusan itu. Sudah betul menurut Jimmy.
2. Gol Titus Bonai: Menurut Jimmy ini masih fifty-fifty apakah benar gol atau bukan gol.
3. Hand ball pemain Malaysia: menurut Jimmy, itu adalah ball to hand. Bukan hand to ball yang layak diganjar penalti. Kalau dalam jarak dekat bola membentur tangan, itu tak melangar aturan karena tangan dalam kondisi pasif. Kalau jarak jauh misal 9 meter dan tangan bisa digerakkan, baru kena penalti. Diungkap Jimmy, itu sudah ada aturannya.
Soal wasit yang dianggap lebih memihak Malaysia, Jimmy menyatakan pemilihan wasit Minoru sudah tepat. Jika sudah masuk babak semifinal, semua wasit dari negara-negara ASEAN yang terlibat pasti sudah dipulangkan. Dan yang akan terpilih pasti wasit yang berasal dari negara netral, seperti Minoru yang dari Jepang.
Karena dari negara netral, dirasanya wasit tak akan memihak Malaysia maupun Indonesia. Kalaupun melaporkan untuk sekedar peringatan, itu lain lagi. Yang pasti dalam hal melaporkan wasit, ada protokol yang harus diikuti, tak bisa sembarangan melapor.
Dalam pertandingan kemarin, juga ada penilai wasit yang berasal dari Syria dan India yang juga berasal dari negara netral. Kalau ada yang gak beres dengan Minoru, seharusnya kedua penilai wasit ini yang melapor.
Bagaimana menurut Anda?

betul itu seharusnya 3-1
Boneka Ipin dan Ipin Kurang kerjaan.
Di AFF kalah,di SG eh juga kalah.jadi siapa yang wajar disalahkan?yang jelas menpora harus membuat UU khusus yang harus ditaati PSSI.dengan begitu PSSI akan lebih hati2 menyikapi sepak bola Indonesia.
yang perlu diperhatikan pssi adalah:
1. Carilah pelatih untuk timnas yang pandai memilih pemain yang handal dan profesional baik fisik atau mental dengan skil yg baik.
2. Carilah pemain dengan tinggi rata2 170 cm keatas,toh kalau ada yg kurang dari 170 cm,cukuplah untuk di liga lokal saja.
3. Team pssi harus ditambah,kayaknya ada yang kurang.seperti dari segi keamanan,kenyamanan atlit dan suporter dll.
4. Musyawarahlah terlebih dahulu sebelum menentukan wasit.
5. Coba cari solusi agar lapangan stadium gbk tidak rentan terhadap kerusakan,contohnya diadakan pemupukan agar rumput segar dan tanahnya alot.
5…? mohon koreksi
Saya terima medali perak dengan bangga.tapi Saya tidak setuju dngan pendapat jimmy yg hanya teori.kalau mau jelas coba putar video replay pertandingan itu biar tau klau tojo minoru tidak adil memtuskan ksimpulan..bukan 1 atau 2 kali pelanggaran saja yg dia lewatkan bgitu saja. Salah satunya badrol yg sudah layak dapatkan kartu merah.
Suruh aja jimmy napitupulu jadi wasitnya. suruh dia pindah warga negara malaysia.