- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Terpilihnya Komodo menjadi salah satu keajaiban dunia warisan alam (New 7 Wonders of Nature) membuat bangsa Indonesia bangga. Meski ada kontroversi terkait ajang New7Wonders yang dianggap sebagai ajang penipuan tak jelas, Komodo tetap menang.
Komodo terpilih bersama dengan enam keajaiban lain yakni Halong Bay, Jeju Island, Amazon, Iguazu Falls, Table Mountain dan Puerto Princesa Underground River. Jumlah hasil voting SMS dukungan untuk Komodo yang telah berhasil menang dari 27 pesaingnya itu tetap tak diumumkan.
Kenapa jumlah SMS Komodo tak disebutkan? Selain karena aturan daripada New7Wonders itu sendiri, ada alasan lain. Diungkap oleh Jusuf Kalla sebagai duta Komodo, jumlah SMS tidak dipublikasikan karena tak ada nomor satu atau nomor dua. Supaya tak ada yang tersinggung dari 7 pemenang, jumlah SMS tak disebutkan.
JK juga menyatakan rasa terima kasih atas tarif khusus yang diberikan operator seluler dan content provider. Apa mungkin tarif khusus ini untuk merayu para pelanggan yang sudah kecewa dengan penipuan SMS? Berusaha memulihkan nama baikkah?
Dengan kemenangan ini, Tim P2K (Pendukung Pemenangan Komodo) akan dibubarkan pada Januari 2012 tahun depan. Selanjutnya, Komodo akan diserahkan pada pemerintah daerah.
Pembubaran P2K dibenarkan oleh Emmy Hafild selaku ketua P2K. Menurut Emmy, tugas timnya sebagai penyulut agar Komodo dikenal dunia sudah selesai. Karena itu diharapkan nantinya pemerintah daerah bisa mengembangkan pembangunan dan konservasi.
Dari sisi ekonomi, kemenangan Komodo diprediksikan akan membuat kemakmuran rakyat sekitar Taman Nasional Komodo. Komodo sebagai lahan bisnis baru juga akan dilirik oleh para pengusaha yang akan menanamkan investasinya di sekitar Komodo.
Semoga nantinya bentuk pariwisata untuk Komodo dibuat dengan tepat dan benar. Karena kalo tidak, bisa-bisa Komodo malah banyak yang mati. Jangan hanya karena mengeruk keuntungan, Komodo malah musnah.
Apakah keuntungan yang masuk akan digunakan untuk melestarikan Komodo dan memperbaiki habitatnya? Kita lihat saja kelanjutannya.
