- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Kabar kedekatan Rossi dengan Simoncelli memang bukan isapan jempol belaka. Simoncelli merupakan teman latihan bagi Rossi, karena itu wajar jika Rossi merasa sangat kehilangan dengan kepergian Simoncelli.
Rossi bahkan mengakui bahwa Simoncelli sudah dianggap sebagai adiknya sendiri. Bagi Rossi, pembalap gondrong tersebut sangat manis dalam kesehariannya dan juga tangguh di lintasan balap.
Sesaat setelah jatuhnya Marco, Rossi terlihat sempat menengok ke belakang seraya hendak menolong.
Rossi juga terlihat seperti kebingungan saat menunggu pengumuman apakah “Super Sic” baik-baik saja. Sebagai sesama pembalap, ia pasti paham bahwa kecelakaan yang menimpa Simoncelli adalah kecelakaan parah.
Simoncelli terjatuh saat bersaing memperebutkan posisi kedua dengan Alvaro Bautista. Diduga kehilangan grip ban depan, Simoncelli pun terjatuh dan menikung ke kanan dengan tajam. Nahas, Colin Edwards yang juga tengah bersaing dengan Rossi melibas Simoncelli hingga helmnya terlepas.
Colin Edwards sejatinya juga sudah berusaha menghindari tabrakan. Tapi apa daya, Simoncelli yang kehilangan kendali tampak memasuki jalur Edwards. Laju motor yang kencang tak dapat dikendalikan dan tabrakan terjadi begitu saja. Tragedi di Sirkuit Sepang, Malaysia Minggu (23/10) sore kemarin membuat Rossi dkk syok.
Rossi yang berada di samping Edwards juga sempat tersenggol cukup keras. Beruntung Rossi bisa mengendalikan motornya sehingga tak sampai jatuh.
Bukan hanya Rossi saja yang kehilangan, banyak orang juga bakal merindukan “Super Sic”.

berjayalah dialam barumu
setelah kejadian ini seharusnya pihak penyelenggara moto gp harus lebih memperhatikan keamanan dari si penunggang motor bukan hanya motor yg di geber terus agr lebih kenceng,,,,nyawa itu lebih penting,,,,
RIP Marco Simoncelli! Goodbye Spaghetti Boy