About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Kenapa Orang di Cina Enggan Menolong Yueyue? Apakah Karena Faktor Bystander Effect?

HL, Tahukah Kamu?
luxboy, 19.10.2011 - 16:42
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
bystander-effect

Bystander Effect: Apakah Anda termasuk yang terjangkit Bystander? Saya harap tidak!

Banyak yang menyalahkan bahwa rasa kemanusiaan di Cina sudah sangat parah. Anggapan tersebut sebenarnya tak berlebihan mengingat kasus ditabraknya Yueyue, seorang balita dua tahun di Foshan, Cina Selatan pada 13 Oktober 2011 kemarin.

Manusia pada dasarnya memiliki rasa empati yang bisa merasakan rasa sakit dan kesedihan orang lain. Jadi seharusnya mereka akan menolong secara naluri alami. Namun yang terjadi pada Yueyue malah sebaliknya. Pasti ada sesuatu yang salah di negeri Cina.

Melirik ke belakang, ada beberapa kasus yang ternyata menjadi cerminan warga Cina kebanyakan. Yakni dikutip Globaltimes.cn, kurang lebih ada 5 kasus penyerangan balik terhadap si penolong. Dalam 5 kasus tersebut, si korban yang ditolong oleh seseorang yang melihat kejadian tersebut malah menuduh penolongnya sebagai pelaku.

Bukannya mendapatkan rasa terima kasih dan penghargaan, alih-alih si penolong malah dituntut, dijatuhi hukuman dan diharuskan membayar denda selangit. Karena latar belakang inilah rata-rata warga Cina memilih untuk berpikir dua kali sebelum menolong. Mereka takut saat menolong Yueyue, mereka akan dituntut oleh orangtua Yueyue.

Apapun alasannya, menurut saya pribadi rasa kemanusiaan harusnya tak bisa dibeli dengan apapun, dan tak bisa dijual dengan apapun. Kemanusiaan dan uang, seharusnya bukan hal yang bisa disamakan. Tapi, sebenarnya kasus ini juga banyak terjadi selain di Cina.

Terima kasih pada Tuhan yang masih bermurah hati pada Yueyue sehingga kasusnya yang terekspos lewat rekaman kamera CCTV ini bisa menjadi pelajaran banyak orang.

Sebenarnya, apa yang salah dengan manusia-manusia ini?

Pernah dengar Bystander Effect? Ini adalah sebuah sindrom penyakit yang sudah banyak menjangkiti manusia. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di Wikipedia.

Intinya, Bystander Effect ini adalah sindrom fenomena psikologi sosial dimana seseorang tak akan menawarkan bantuan yang dibutuhkan korban pada situasi genting ketika ada orang lain disekitarnya. Akhirnya, tak seorangpun yang memberikan pertolongan.

Contoh kasus: Video yang membuktikan bahwa Bystander Effect juga terjadi di USA:

Dalam percobaan yang diperagakan seorang pria berbadan besar dan gadis cilik yang seolah-olah akan diculik, nampak tak seorang pun yang bersedia menolong si gadis. Seandainya ada yang tahu, mereka hanya melihat dari kejauhan. Ada juga yang malah berpura-pura tak melihat.

Teriakan si gadis yang berkata: “Tolong saya, dia bukan ayah saya.. Tolong saya..” itu hanya seperti raungan radio rusak. Berdasarkan rekaman kamera tersembunyi, hanya ada tiga orang saja yang akhirnya tersentak dengan kejadian penculikan si gadis.

Dua orang remaja berkulit hitam dan seorang berkulit putih menghampiri si pria berbadan besar tersebut dan hendak menghajarnya. Dan ironisnya, butuh waktu berjam-jam untuk menemukan orang berhati mulia seperti mereka.

Saat pejalan kaki yang cuek ditanya kenapa mereka diam saja, rata-rata menjawab bahwa mereka menunggu orang lain yang melakukannya (menolong). Inilah contoh nyata dengan apa yang dimaksud dengan Bystander Effect.

Susah diterima akal sehat? Okey, ini saya berikan satu contoh kasus lagi. Yang ini nyata:

Seorang pasien wanita (saya kurang tahu sakit apa) terjatuh kesakitan (mungkin serangan mendadak) saat sedang menunggu antrian. Orang-orang di sekitarnya cuek saja, bahkan ada yang cuma mengintip.

Selang satu jam kemudian wanita malang itu pun tewas.

Masih susah diterima akal sehat? Berarti Anda masih normal. Lanjut:

2 Contoh diatas saya rasa cukup untuk menjelaskan fenomena apa di sosial masyarakat dunia kebanyakan. Meski saya kurang setuju jika faktor Bystander Effect ini saja yang jadi penyebab kasus Yueyue (pada kasus Yueyue kan hanya satu dua orang yang melihat).

Ada faktor lain yang ikut mendukung aksi saling cuek, yakni kebijakan pemerintah yang aneh (denda gak masuk akal) dan latar belakang kasus dimana penolong malah dituduh sebagai pelaku.

PS: Tujuan utama dari penulisan ini ialah agar kita tahu sebenarnya mental manusia kebanyakan sudah merosot hanya karena faktor non-kemanusiaan seperti uang misalnya.

Selain itu agar tidak ada unsur SARA dalam kejadian yang menimpa Yueyue, mengingat hal ini juga banyak terjadi di negara lain. Dari info yang saya dapatkan di Kaskus, banyak juga orang Indonesia yang mengalami kejadian serupa (tapi tak sama) di INDONESIA.

Ada baiknya kita bertanya pada diri sendiri: “Jika saya adalah Yueyue, apa yang saya harapkan dari orang yang melihat saya?” Jawabannya hanya satu: PERTOLONGAN.

Komentar Pembaca (14)


  1. blair arimaika says:

    indonesia kurang lebih sam dengan china,cuma bisa komentar tapi ngga ada reaksi ketika disekelilingnya banyak kejadian seperti yang disajikan di internet.payah semua!!!!

  2. adjie says:

    di suatu tempat di Indonesia, klo terjadi kecelakaan masyarakatnya ikut bantuin menjarah harta si korban.. klo gini parah mana ya…?

  3. jabat says:

    kembali ke diri masing2 aja,, ga usah ngajarin orang,, jika itu terjadi di sekitar anda apakah anda mau berbuat? berbuat lebih baik daripada mendikte manusia lain…

  4. tono says:

    saya pernah nolong korban kecelakaan…hasilnya?saya hampir di proses ke polisi gara2 keluarga korban nuduh saya nabrak mentang-mentang saya yang nyetir mobil dia yang pake motor..dan cerita banyak orangpun sama..

Beri Komentar