About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Lagi-Lagi Wilayah RI Diserobot Malaysia! Pengalihan Isu?

Dalam Negeri, HL
luxboy, 10.10.2011 - 13:13
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Pantai Tanjung Datu

Pantai Tanjung Datu yang masih status quo

Rupanya pemerintah harus rela kecolongan lagi setelah soal batik dan berbagai hal lain yang diakui Malaysia, kini soal tanah. Ini akibat Malaysia yang nakal atau pemerintah Indonesia yang selalu kecolongan?

Adalah wilayah Tanjung Datu dan Camar Wulan di Kalimantan Barat yang kini diakui sebagai milik negeri Jiran. Informasi ini didapat dari Komisi I DPR. Menanggapi ini, banyak masyarakat yang tak puas, marah dan menilai pemerintah RI tak tegas.

Diungkap TB Hasanudin, total luas yang diambil Malaysia juga tak sedikit, yakni diperkirakan mencapai 80.000 meter persegi di Tanjung Datu dan 1.400 Hektare di Catur Wulan. Wakil Ketua Komisi I itu juga menyatakan bahwa pemerintah pusat malah terkesan diam saja atas ulah Malaysia ini. Diam berpikir atau diam karena takut?

Modus pencaplokan yang dilakukan Malaysia ini adalah mengubah posisi patok-patok yang berada di perbatasan. Upaya pencurian ini sudah berlangsung dari sekitar empat bulan silam.

Jika pemerintah diam saja, maka sudah dipastikan Indonesia lagi-lagi akan kehilangan apa yang memang milik Indonesia. Tanjung Datu yang merupakan pusat pariwisata bahari itu juga akan jatuh ke tangan Malaysia, Indonesia rugi besar!

Perbedaan pendapat diungkapkan oleh Suryana Sastradireja selaku Jubir KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia. Menurut Suryana, wacana persoalan perbatasan yang masih belum tuntas antara Malaysia dan RI ini harus dituntaskan dulu. Jika terbukti ada penyerobotan, maka Indonesia bisa bertindak tegas agar Malaysia tak berani lagi dengan Indonesia. Jika isu pencaplokan ini tak benar, maka Indonesia harus diam.

Wacana yang belum tuntas ialah: Pihak Indonesia mengklaim seratus Dusun Camar Wulan adalah milik Indonesia. Sedangkan Malaysia mengklaim bahwa ada sebagian kecil yang merupakan hak mereka. Untuk itulah wacana ini harus dituntaskan dengan upaya diplomatik. Sehingga isu-isu yang belum jelas kebenarannya, yang bisa merenggangkan hubungan Indonesia dengan Malaysia bisa dihindarkan.

Rencananya, jadwal rembukan untuk menuntaskan kasus perbatasan di Dusun Camar Wulan akan berlangsung di Malaysia pada 16-18 Oktober mendatang.

Semoga kasus pencaplokan Tanjung Datu dan Camar Wulan ini bukan sengaja didiamkan pemerintah agar masyarakat teralihkan pikirannya. Pengalihan isu? Ah itu sudah biasa di Indonesia.

Komentar Pembaca (5)


  1. pras says:

    NKRI Adalah Bukan Harga Mati Tetapi NKRI Adalah Harga Hidup Yang Harus Selalu Kita Jaga Dan Kita Pertahankan Keutuhannya Dan Semua Kekayaan NKRI Ini, Kan Di Kelola Oleh Negara Dan Untuk Kesejahteraan Dan Kemakmuran Rakyatnya!!! Apa nggak Lebih Baik, Seluruh Kesatuan TNI Dan Kesatuan Batalyon TNI Di Seluruh INDONESIA Ini, Di Ambil 12 Orang Personil Dari TNI Di Setiap Kesatuan Atau Batalyon Masing Masing, Sudah berapa Itu? Kemudian di Rotasi Untuk Menjaga Di Setiap Perbatasan Yg Kosong Dan Yang Belum Terjaga Sama Sekali. Kan, Dari Pada Hanya Di Barak Saja.

  2. Asti Dyah Wulandari says:

    INDONESIA

    SESUATUUUU!!!!!
    semoga mendapat pencerahan.

  3. Ari says:

    Mungkin NKRI harus berani bertindak lebih tegas seperti halnya tindakan pres pertama kita. Jika ingin dihargai dan dihormati oleh negara lain, maka tingkatkan tekhnologi di Indonesia, terutama dalam bidang pertahanan.

  4. fah says:

    orang dihargai karena karyanya, demikian halnya negara. dulu negara kita disegani dan berharga di mata dunia terutama malaysia karena karya kita di bidang sains dan teknologi. sekarang karya kita hanya lagu, apakah nilainya bisa sama dengan karya di bidang teknologi dan sains di mata dunia, agar kita bisa kembali dihargai dan disegani?mudah-mudahan sama

  5. fah says:

    itulah negara kita tercinta, mungkin kurang berwibawa lagi karena kurangnya persatuan.. pemimpin kita sering menasehatkan kita harus bersatu, tanpa bisa mencontohkannya..apa karena model politik kita. satu hal lagi kenapa dulu Indonesia bisa bikin pesawat, sekarang hanya bisa bikin lagu

Beri Komentar