- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Saat sedang santai-santai di Rogojampi kemarin, saya mengisi waktu dengan menonton film Hachiko. Hachiko adalah film yang bercerita tentang seekor anjing yang setia pada tuannya.
Sebenernya film ini dah lama ada dan baru sempet kemarin nonton setelah minjem dari kakak saya.
Yah, setelah melihat film tersebut, saya jadi ingin tahu lebih dalam mengenai kisah Hachiko yang katanya bener-bener merupakan kisah nyata di Jepang. Hachiko yang sering mengantar dan menunggu tuannya di stasiun Shibuya, tak menyadari bahwa suatu ketika tuannya meninggal.
Meski tuannya tak pernah ada lagi di stasiun tersebut, Hachiko dengan setia menunggu tuannya di tempat yang sama selama 9 tahun sampai akhirnya ia mati. Kisah yang akhirnya diangkat dalam sebuah film berjudul “Hachiko: A Dog’s Story” ini benar-benar menginspiratif.
Hachiko dulunya memang pernah ada di Jepang, lahir pada 10 November 1923. Hachiko yang bernama kecil Hachi itu merupakan anjing jantan keturunan ras Akita Inu. Lewat seorang perantara, akhirnya Hachi dirawat oleh Profesor Hidesaburo Ueno yang adalah seorang dosen ilmu pertanian Universitas Kekaisaran Tokyo.
Dosen berusia 53 tahun itu selalu ditemani Hachi saat akan berangkat ke stasiun Shibuya dan dijemput oleh Hachi pada sore harinya sepulang kerja. Profesor Ueno akhirnya meninggal mendadak pada 21 Mei 1925 setelah mengikuti rapat di kampus.
Setelah kepergian sang profesor, Hachi sempat dititipkan ke beberapa kerabat sebelum akhirnya dipelihara oleh keluarga Kobayashi. Hachi yang tak mengetahui bahwa profesor Ueno telah meninggal, tetap setia menanti kepulangan tuannya di stasiun Shibuya. Kebetulan, tempat tinggal keluarga Kobayashi dekat dengan stasiun Shibuya.
Kisah Hachi akhirnya mendapat simpati dari sebuah koran Tokyo Asahi Shimbun yang kemudian membuat banyak orang di stasiun Shibuya mulai menyayangi Hachi dan memberi nama akhiran “Ko” yang berarti sayang.
8 Maret 1935 Hachiko ditemukan meninggal di dekat Jembatan Inari sekitar sungai Shibuya. Hasil otopsi membuktikan Hachiko terkena penyakit Filariasis atau biasa disebut penyakit kaki gajah. Hachiko dimakamkan di makam yang sama dengan profesor Ueno.
Berkat kesetiaan Hachiko ini, akhirnya didirikan patung anjing perunggu yang dibuat untuk mengenang kesetiaan Hachiko. Patung ini dibuat dan diletakkan di stasiun Shibuya dan Odate tempat kelahiran Hachiko.
Sudah pernah nonton film Hachiko? Yuk nonton deh, sangat menginspiratif kesetiaan tiada akhir.
Sumber: Wikipedia


akirny ak punya anjing akita inu
asyikkkkkk
moga2x bisa nurut ma majikanny
CERITANYO MNGESANKAN AND MENYENTUH BUANGET!!!!!!!!!
It’s good to see smeoone thinking it through.
Hachiko,,,Btapa Bsar prjuangn si paHlawan hachiko,..oH my god,,,Anjing aja setia ma PeMilIkx,,Knpa kita Tdak,,,???