- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Sepakbola Indonesia makin memanas pasca kekalahan Timnas melawan Bahrain dengan skor 0-2 kemarin.
Mantan pelatih timnas, Alfred Riedl, disebut-sebut ketemuan dengan Bambang Pamungkas, Markus Horison dan beberapa anggota timnas lainnya. Pada ngapain?
Bernard Limbong selaku penanggung jawab Timnas mengatakan bahwa kemarin, Rabu (7/9) Alfred Riedl memang memanggil BePe dan Markus di sebuah restoran di Plaza Senayan, Jakarta. Limbong pun berang dengan ulah Riedl ini, ia pun heran ngapain si Riedl ketemuan dengan Timnas yang sudah bukan anak asuhnya lagi.
Risih dengan ulah Riedl yang dikira memengaruhi Timnas, Limbong memberikan surat peringatan. Limbong juga berencana memanggil siapa-siapa yang ikut dalam pertemuan dengan Riedl tersebut.
Pendapat positif dikemukakan oleh Wolfgang Pikal yang mengatakan pertemuan ‘diam-diam’ tersebut hanya pertemuan teman biasa tanpa maksud. Pikal juga mengatakan tak tahu siapa yang berinisiatif mengadakan pertemuan itu.
“Mereka ketemu sebagai teman, itu saja. Mereka curhat-curhat,” kata Pikal saat ditemui di Kantor PSSI, Jumat (9/9) sore tadi.
Bisa jadi, pertemuan kontroversial itu terjadi karena pemain sebel dengan ucapan Wim Rijsbergen yang terkesan menyalahkan pemain atas kekalahan dalam dua laga kualifikasi Pra Piala Dunia 2014 tersebut.
Tindakan Wim ini bertolak belakang dengan Riedl yang malah membela anak asuhnya saat dikritik karena dibantai Malaysia 0-3 di final leg pertama final Piala AFF 2010.
Banyak juga pihak yang beranggapan bahwa tak seharusnya pelatih menyalahkan pemain. Pelatih seharusnya berdiri di depan dan membela anak asuhnya seperti yang Riedl lakukan. Mungkin inilah yang membuat adanya kedekatan emosional antara Riedl dengan mantan anak asuhnya.
Curhat sesama temen gak dilarang di PSSI kan ya?

Setuju Sekali !! saya menyayangkan apa yg dilakukan Wim “Pelatih seharusnya berdiri di depan dan membela anak asuhnya.memberi motivasi, membangun mental yg baik. sangat beralasan Mungkin inilah yang membuat adanya kedekatan emosional antara Riedl dengan mantan anak asuhnya”.