- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Tua-tua keladi, mungkin peribahasa itu yang paling cocok untuk menggambarkan peforma dari Serginho
Dari skor 5-1, stiker AC Milan Glorie tersebut memborong empat gol dalam laga persahabatan Minggu (4/9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Lucunya, Dida yang pada babak pertama menjadi kiper berubah menjadi striker pada babak kedua. Di menit ke 59, Dida menunjukkan taringnya lewat tendangan keras ke gawang Hendro Kartiko. Tak berlangsung lama, Dida kembali menyerang dan berhasil menjebol gawang Indonesia All Star di menit ke-61 lewat tandukan.
Hasil pertandingan Indonesia All Star dengan AC Milan Glorie hari ini memberikan kesan bahwa meski sudah tua, semangat dan visi bermain dari tim AC Milan Glorie masih terlihat jelas.
Di menit ke-74, Indonesia All Star lewat Ponaryo Astaman memperoleh kesempatan emas lewat penalti. Penalti akibat pelanggaran Junior terhadap Rochy Puttiray tersebut sayangnya tak mampu dimanfaatkan Ponaryo untuk mengejar ketingalan. Tendangan yang lemah tak membuat Masimo Taibi memungut bola dari gawangnya sendiri. Indonesia All Star makin tertekan.
Untungnya, Ricky Yakobi sempat menjebol gawang AC Milan Glorie pada menit ke-84. Gol ini membuat semangat suporter Indonesia Legend di SUBK menjadi bangkit kembali. Setidaknya, Indonesia mampu menjebol gawang AC Milan Glorie walau cuman sekali.
Meski berkali-kali Indonesia All Star kehilangan kesempatan bagus untuk mencetak gol di babak kedua, namun permainan mereka layak diacungi jempol. Yang tua sudah memberikan contoh yang baik, kini giliran yang muda-Timnas Indonesia.
Statistik gol:
AC Milan Glorie: Serginho (12′) (19′) (44′) (69′), Dida (61′)
Indonesia All Star: Ricky Yakobi (84′)
