- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Nazaruddin tampaknya benar-benar berubah. Dari yang ‘pemberani’ hendak membongkar kasus kejahatan yang konon bisa menggoyangkan negeri ini, eh sekarang malah terkesan putus asa.
Nazaruddin meminta kepada Presiden sebagai bukti kesungguhan hatinya agar dirinya langsung divonis bersalah dan dihukum. Tak perlu disidik, bila perlu langsung vonis saja kata Nazaruddin.
Permintaan Nazaruddin itu tak main-main rupanya, dirinya sampai mengirinkan surat khusus kepada Presiden SBY. Surat itu berisi permintaan agar Presiden SBY memberikan hukuman penjara kepada dirinya tanpa proses persidangan, asalkan Presiden SBY bisa menjanjikan ketenangan bagi istri, anak dan keluarganya.
Menurut versinya, istrinya sama sekali tak mengetahui urusan-urusan partai. Tapi anehnya, di bagian akhir surat itu terdapat kalimat yang menurut saya agak aneh.
Di kalimat akhir Nazaruddin berjanji tak akan menceritakan hal-hal yang dapat merusak citra KPK dan Partai Demokrat. Alasannya sih demi kelangsungan bangsa Indonesia ini.
Menurut saya pribadi, kalimat di akhir surat itu sungguh sangat aneh. Apakah ia memang sengaja membuat surat yang membuat pembacanya curiga dengan berkata bahwa ia akan ‘menyimpan rahasia’ yang bisa menghancurkan bangsa ini.
Selain itu, seakan-akan KPK dan Partai Demokrat benar-benar biang atas masalah yang bisa menggoyangkan bangsa ini.
Padahal publik butuh kejadian yang sejujur-jujurnya, meski pada akhirnya banyak kekecewaan. Nazaruddin, ada apa denganmu?
sepertinya memang ada sesuatu..