- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Sistem keamanan dari sistem operasi Android nampaknya mulai dipertanyakan, karena lebih dari 800 aplikasinya mengandung malware yang katanya bisa membocorkan data pribadi para penggunanya.
Firma keamanan Dasient meneliti 10 ribu aplikasi untuk ponsel Android dan mereka menemukan lebih dari 8% aplikasi itu mentransmisikan data penggunanya ke komputer lain.
Malware nampaknya didesain untuk mengambil alih kendali smartphone. Sebelas dari aplikasi yang mengandung malware diketahui mengirim SMS secara otomatis ke seluruh kontak pada ponsel layaknya spam email yang mengambil alih sebuah akun.
Jumlah aplikasi yang terinfeksi malware berkembang hingga dua kali lipat dalam dua tahun terakhir. Pengguna Android juga bisa saja tanpa sengaja meng-install malware ini di salah satu situs yang mereka kunjungi.
Modus penyebaran yang dilakukan malware itu biasa disebut ‘Drive-By Download’ karena pengguna tidak mengunduh file yang mencurigakan dengan sengaja.
Penyebab maraknya malware pada banyak aplikasi ini dianggap merupakan kesalahan Android Market yang minim peraturan. Bagi pengembang yang ingin mendaftar di Android Market memang tidak perlu menunggu lama untuk mendapat persetujuan.
Berbeda dengan Apple yang banyak melakukan seleksi, Google pun pada akhirnya diharapkan melakukan hal serupa. Minimal mereka melakukan pengecekan sederhana untuk memastikan aplikasi itu bebas dari malware.