- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Alfred Riedl dan Wolfgang Pikal akan memberikan ultimatum pada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) apabila mereka tidak segera memberikan kejelasan sehubungan dengan penyelesaian kontrak mantan pelatih dan asisten pelatih timnas itu.
Ya, keduanya memang dipecat dari jabatan tak lama setelah Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin terpilih pada 9 Juli 2011 lalu. Alasan yang diberikan adalah keduanya dianggap tidak pernah mengikat kontrak dengan PSSI melainkan hanya secara personal dengan Nirwan D. Bakrie yang ketika itu menjabat sebagai wakil ketua umum PSSI.
Hal ini dibantah Riedl yang yakin kontraknya bukan bersifat personal dengan Nriwan melainkan dengan PSSI. Menurutnya kontrak itu tidak berbeda dengan kontrak-kontrak sebelumnya ketika ia di Vietnam dan Laos.
Awalnya PSSI mengatakan mereka tidak menemukan kontrak di kesekretariatan, namun pada akhirnya mereka mengakui bahwa kontrak itu memang ada. PSSI pun berjanji bakal memenuhi kewajibannya sesuai yang tertera dalam kontrak Alfred Riedl dan Wolfgang Pikal.
Akhirnya Riedl dan Pikal pun memutuskan untuk mendatangi kantor PSSI dan akan mengultimatum mereka. Apabila tidak ada respon, keduanya tidak akan segan mengadukan hal ini pada FIFA.
“Sepekan kedepan kami akan mengadukan ke FIFA jika PSSI tidak merespons,” ujar Pikal kepada wartawan, di Kantor PSSI Senayan, Jakarta, Rabu (20/07/11).
Ultimatum itu diberikan Pikal melalui surat yang diserahkan pada resepsionis. Sedangkan Riedl menunggu di mobilnya dan enggan memberikan komentar pada wartawan.
Omong-omong, setelah pemecatan Riedl kemarin, kabarnya ia akan meatih Persib Bandung. Tapi hal yang sebenarnya masih dirahasiakan. Keduanya masih menunggu perkembangan masa depan kompetisi LPI dan ISL yang kabarnya juga tengah dibahas PSSI hari ini.