About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Detikcom Dijual?

Dalam Negeri
denhan, 05.07.2011 - 21:48
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Tampilan situs detikcom pada 05 juli 2011

Sebenarnya, kabar ini sudah berhembus sejak lama. awalnya saya tidak begitu yakin, tapi setelah membaca majalah Tempo kemarin, akhirnya saya pun percaya, bahwa berita itu memang bukan isapan jemp0l belaka. Detikcom akan memiliki juragan baru.

Situs portal berita detikcom didirikan pada tahun 1998 oleh Budiono Darsono, Abdul Rahman, dan Calvin Lukmantara. Sebagai Pemimpin Redaksi sekaligus Founding Father-nya Detikcom, Budiono sepertinya akan segera mempercayakan situs portalnya ini untuk dipegang dan dikembangkan oleh Grup Para.

Kalian tahu Grup Para itu siapa? Grup Para adalah salah kelompok usaha milik Chairul Tandjung (Orang terkaya ke 12 di Indonesia versi majalah Forbes 2011).  Chairul Tandjung ingin memperlebar sayap bisnisnya, setelah sukses dengan bisnis pertelevisian melalui Trans TV dan Trans7, sepertinya ada yang belum lengkap, kalau tak berkecimpung juga di dunia online.

Sebagai gambaran, detikcom adalah situs berita online yang paling menggurita untuk saat ini. Situs pemeringkat web, Alexa.com, menempatkannya di posisi 11 dari situs paling banyak dikunjungi di Indonesia. Pemasukannya tahun lalu, diperkirakan mencapai RP 120 milyar pertahun, dan dari tahun ke tahun, terus meningkat. menurut Tempo, tahun ini, pendapatan detikcom bisa mencapai 160 milyar. Benar-benar bombastis!

Melihat prestasi detikcom yang mencengangkan itu, sepertinya bukan harga yang terlalu mahal, bila Grup Para menyiapkan dana sebesar RP 533 miliar untuk membeli detik.

Grup Para telah bersedia membayar uang muka sekita US$ 20 juta. Jika transaksinya deal, Budiono akan tetap menjabat sebagai Pemred sampai 2014. Menurut Tempo, Grup Para dan pemegang saham detik berkomitmen, tak akan mengumumkan akuisisi itu hingga seluruh prosesnya terselesaikan. “Kalau ada yang melanggar, transaksi bisa dibatalkan”.

Kita lihat saja perkembangannya, apakah detik  benar-benar akan bergabung dengan grup para?

Sumber: Tempo edisi 4 juli 2011

Beri Komentar