About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Kembar Itu Hidup Berdempetan Sepanjang Hidupnya

Mancanegara
kirara, 27.06.2011 - 07:33
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Kembar-Siam

Stefan dan Tyler Delp, kembar dengan kepala berdempetan

Kalian mungkin ngilu melihat gambar ini. Saudara kembar ini terlahir menjadi pasangan kembar yang tidak normal.

Mereka lahir dengan kondisi kepala dempet bertolak belakang. Keadaan ini sudah diketahui melalui USG oleh dotker kandungan. Tapi Tim Delp sebagai ayah dari kembar itu menolak untuk mengakhiri janin yang ada dalam perut istrinya. Padahal dokter menyatakan kemungkinan keduanya dapat bertahan hidup hanya lima persen.

“Jika pun anak saya harus kehilangan nyawanya, saya ingin mereka meninggal di atas pangkuan saya,” ujar Tim, seperti dilansir Dailymail, Jumat (21/06/11).

Kini Stefan dan Tyler Delp telah berusia 19 tahun. Keduanya berbakat dalam bidang musik dan menjadi violist sejak umur 11 tahun.

“Hal terindah jika Anda mempunyai saudara kembar yang tergabung dengan badan Anda, Anda akan mempunyai teman berbicara dan berbagi hal apapun bersama. Itulah yang kami dapatkan,” ujar Tyler.

Ternyata, kedua remaja ini sejak kecil bersekolah di sekolah anak dengan kebutuhan khusus, karena mereka mengidap autisme. Tapi kepala sekolah mereka, Joe Castelluci mengatakan, saudara kembar ini memiliki otak yang cemerlang. Sehingga mereka tetap mendapatkan pelajaran di sekolah umum.

Stefan dan Tyler selalu menghabiskan waktu bersama tentu saja, tapu ironisnya mereka tidak pernah dapat melihat wajah saudara kembar mereka satu sama lain kecuali melalui cermin.

Keunikan lainnya, pasangan kembar ini memiliki perbedaan pandangan seksual. Tyler merupakan seorang homoseksual, sedangkan Stefan seorang heteroseksual. Stefan mengatakan dia menaksir pop aktris dan penyanyi country Jennette McCurdy, 18, sementara Tyler lebih suka penyanyi Steve Forbert.

Stefan dan Tyler nampaknya bersyukur dengan apa yang mereka miliki sekarang. Mereka tidak merasa minder atau kecewa pada orang tuanya yang tega melahirkan mereka meski tahu kondisinya. Kedua orang tua mereka selalu mendukung dan menyayngi anak-anaknya ini.

Beri Komentar