- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Ayat al-Ghermezi
Akhir Maret lalu seorang gadis di Bahrain yang masih berumur 20 tahun divonis satu tahun penjara. Apa kesalahan yang dibuat oleh gadis muda ini? Ternyata ia divonis penjara karena berpuisi memprotes kebijakan pemerintah Bahrain.
Nama gadis itu adalah Ayat al-Ghermezi. Pidana atas dirinya itu berlangsung di tengah gelombang protes sebagian rakyat Bahrain kepada pemerintah.
FYI, Bahrain adalah kerajaan kecil yang merupakan negara kepulauan, terletak di sebelah timur dari Saudi Arabia dan sebelah barat adalah Qatar.
Lanjut lagi, hukuman yang diberikan pada al-Ghermezi ini dijatuhkan pemerintah sebagai respons atas demonstrasi kaum Syiah yang menuntut diberikan hak-hak yang lebih besar. Dengan adanya hukuman itu pemerintah ingin menunjukkan bahwa monarki Sunni tidak main-main dalam memberikan hukuman terkait dengan kerusuhan.
Mereka mengacuhkan permohonan untuk berunding dengan kaum Syiah di Bahrain, negara yang menjadi pangkalan bagi Armada ke-5 Angkatan Laut AS.
Al-Ghermezi menjadi dikenal di kalangan demonstran setelah berpuisi memprotes raja dan perdana menteri Bahrain saat berunjuk rasa di Lapangan Mutiara, Manama. Unjuk rasa ini sekaligus menjadi puncak dari segala kekisruhan yang muncul di negara tersebut sejak bulan Februari, setelah sebelumnya didahului Tunisia dan Mesir.
Salah satu bait puisi Al-Qumezi yang ditujukan pada Raja Hamad bin Isa Al Khalifa, berbunyi: “Kami adalah orang-orang yang membunuh penghinaan dan membantai kesengsaraan. Tidakkah kau dengar isak tangis mereka? Tidakkah kau dengar jeritan mareka?”
Dengan kalimatnya itu al-Ghermezi ditahan atas tuduhan makar yang juga memantik kebencian.
Al-Ghermezi pun menyerahkan diri pada pihak berwajib pada akhir Maret setelah rumahnya digeledah petugas dan mereka mengancam akan membunuh saudara-saudaranya. Gadis itu mengaku disetrum dan dipukuli saat disandera!
Kabarnya demonstrasi yang terjadi disebabkan kaum Syiah merasa didiskriminasi secara luas terutama di bidang politik dan militer oleh dinasti Sunni yang saat ini memerintah.
belom tentu berita ini benar adanya……!