- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan, pada hari Selasa (09/05) mengatakan bahwa ia tidak akan menerima gaji sebagai perdana menteri hingga krisis di reaktor nuklir Fukushima berakhir. Namun, ia akan tetap mengambil gajinya sebagai anggota parlemen.
Gaji Naoto Kan sebagai Perdana Menteri Jepang per bulannya mencapai 1.636.000 yen (US$20.200 atau sekitar 181 juta rupiah).
“Bersama dengan operator reaktor, Tepco (Tokyo Electric Power Company), pemerintah mengemban tanggung jawab yang besar atas kecelakaan nuklir ini karena telah menerapkan kebijakan energi nuklir. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas kebijakan ini, saya ingin menawarkan permintaan maaf saya kepada masyarakat,” katanya dalam konferensi pers.
“Mengingat posisi ini, saya telah memutuskan untuk tidak menerima gaji saya sebagai perdana menteri dari bulan Juni, sampai kita bisa melihat prospek solusi atas kecelakaan nuklir ini,” tambahnya.
Krisis nuklir Jepang bermula ketika sistem pendingin di fasilitas nuklir di Fukushima Daiichi – sekitar 240 km di utara Tokyo – dihantam gelombang tsunami pada 11 Maret 2011 lalu. Akibatnya, inti reaktor nuklir nomor 1-3 di Fukushima menjadi terlalu panas dan menyebarkan sejumlah besar partikel radioaktif ke area sekitarnya.
*Salut, angkat topi untuk Mr. Naoto Kan*
wah pantesan negaranya maju salut dech buat PM Nya