- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Seminggu setelah UNAS, keponakan saya merenggek minta diajak JJ (sebagai pelepas penat setelah belajar). Karena saya ini orangnya paling malas untuk “keluyuran” di Mall tanpa tujuan, alhasil saya kasih usul gimana kalo nonton biokop ajah. Waktu itu ada 2 alternatif pilem yang menurut saya menarik untuk ditonton. Yang pertama “life as we know it” (drama komedi), dan yang kedua “After.Life”.
Awalnya saya hanya membaca judulnya sekilas. Namun, setelah saya baca lagi dengan lebih seksama, ternyata ada “titik” antara kata AFTER dan kata LIFE. Saya tidak tau, Gan, apa artinya itu. Tapi yang jelas, itu sudah “menggelitik” mata saya untuk mencari tau lebih dalam lagi soal pilem ini.
HOW CAN YOU SAVE YOURSELF IF YOU’RE ALREADY DEAD…
Itu kalimat yang tercetak persis dibawah judul pilemnya. Langsung ajah saya bilang sama ponakan, “kita nonton ini”.
Beberapa orang sempat mengira bahwa After.Life ini adalah kelanjutan pilem R.E alias Resident Evil (termasuk saya). Tapi setelah menontonnya, saya katakan pada agan-agan semua, After.Life ini beda banget mah R.E.

Begini nih ceritanya, Gan. Anna Taylor (Christina Ricci) adalah seorang guru SD yang memiliki pacar seorang pengacara bernama Paul Coleman (Justin Long). Anna tuh orangnya sensitif dan cenderung tempramental. Jadi pada saat Paul ngajak Anna dinner, trus bilang kalau Paul mau dipindahtugaskan ke luar kota, si Anna langsung marah-marah karena dipikirnya Paul ini mau mutusin dia. Padahal maksudnya Paul, dia mau ngelamar Anna dan minta Anna ikut pindah ke luar kota. Anna nyetir dalam keadaan jiwa terguncang. Putar musik keras-keras, terus ngebut sambil nangis. Dan bisa ditebak apa yang terjadi selanjutnya. Kenapa Gan? Ah, tepat sekali jawaban Agan. Ga lama setelah itu, langsung JEDEEEEEER…… Nabrak lah tuh si Anna.
Scene berikutnya adalah saat Anna terbangun, dia sudah berada di ruang penyimpanan mayat. Dia bertemu dengan Eliot Deacon (Liam Neeson), seorang pria yang mengaku sebagai seorang pengurus rumah pemakaman dan saat ini bertugas untuk menangani jenazah tubuh Anna. Tentu saja, Anna langsung menyangkal bahwa dirinya telah meninggal dunia. Maksudnya, jika ia telah meninggal dunia, mengapa ia bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan Deacon???
Deacon sendiri menyatakan bahwa bukan Anna yang masih memiliki kehidupan, namun dirinyalah yang memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan mereka yang sedang berada pada fase perpindahan menuju alam kematian. Namun Anna tidak begitu saja percaya dengan perkataan Deacon. Jantungnya masih berdetak, dan dia juga bisa bernafas. Jadi tidak mungkin kalau dia sudah mati.
Saya jadi ingat, di Psikologi ada 1 mata kuliah yang namanya Psychology of Dying, alias Psikologi Kematian (saya dulu jebolannya psikologi, Gan (>,<). Jadi percaya ajah deh mah penjelasan saya ini ^^). Disana ada teori yang menjelaskan tentang Denial alias penyangkalan atau penolakan atas kematiannya sendiri. Jadi saya mikirnya mungkin ajah si Anna ini sedang berada dalam tahap Denial.
Sekarang yang jadi poin pentingnya neh, Gan:
- Apa bener si Anna ini sudah mati? Kalau sudah mati, kenapa bisa napas, dan kenapa jantungnya masih berdetak?
- Ataukah Anna ini memang masih hidup? Mengingat Dokter yang bertugas memeriksa Anna mengatakan bahwa ia hanya menandatangani Surat Kematian tanpa pernah melihat mayatnya secara langsung. Lagipula, seluruh tubuh Anna sudah mati rasa.
- Kalo seumpama Anna beneran udah mati, jadi… si Deacon itu beneran punya talenta untuk ngobrol-ngobrol sama orang yang sudah mati?
- Dan kalo ternyata si Anna ini memang masih idup, so… kenapa Deacon membohongi Anna?
- Poin yang paling penting adalah, gimana caranya Anna mencari tau kebenarannya?
Jujur, Gan, saya ini benernya penakut banget. Saya liat pilem ini sambil deg-deg-an. Satu, karena settingan pilem nya selalu di ruang penyimpanan mayat. Dua backsound-nya menegangkan. Tiga akting si Anna dan si Deacon (terutama) yang bikin saya sempet nyesel dalam hati, kenapaaaaa gua nonton pilem serem beginian. Empat… waktu itu yang nonton cuman 13 orang, Gan. Saya duduk nomer dua dari belakang. Sepanjang pilem saya berdoa, semoga aja ga ada yang colek-colek saya (11 orang penonton lainnya duduk 3 sampai 5 baris di depan saya).
Eh, Gan, saya kasih bocorannya dikiiiit ajah, mau kagak?
Begini, Gan…
Si Anna itu cuma punya waktu 3 hari sebelum dimakamkan. Dan tragisnya adalah, Anna mengetahui kenyataan tersebut sesaat sebelum pemakaman.
Maap ya Gan, biar dikasih sejuta juga ga bakalan cerita saya apa yang sebenarnya terjadi ma Anna. Saran saya neh Gan, buruan beli tiketnya sebelum abiz masa tayangnya.
Met usaha ya Gan….
tapi kalo si anna masih hidup, selama 3 hari itu apa dia makan dan minum ga?
Nah itu dia pertanyaannya ko.. ayo nonton nonton..
mantap neh sharing ceritanya…..
gugling and donlod dulu deh …
hehe.. penasaran kan