- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Pengendara motor gede (moge) HarDav sedang menjadi hot topik dan sorotan utama di Bali akibat konvoi ugal-ugalan mereka di jalan raya saat Jambore IMBI (Sabtu 23/4/11).
Bahkan, konvoi MoGe Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) memepet mobil Gubernur, Made Mangku Pastika, yang saat itu sedang tugas dinas menggunakan mobil pribadi tanpa pengawalan di desa Luwus, Baturiti, Tabanan.
Ternyata tidak hanya gubernur Bali yang dibuat jengkel karena hal tersebut. Di hari yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Pemprov Bali, Made Santha juga mengaku dipepet konvoi moge.
Santha mengungkapkan, saat itu ia sedang menuju Bedugul bersama anaknya. “Saya waktu itu bersama anak saya sedang menyetir VW menuju Bedugul juga sempat dipepet pengendara moge. Padahal, saya sudah menepi, tetapi saya terus dipepet.” Karena tidak mau ambil risiko, ia pun mengalah.
“Para pecinta moge harus menghormati pengendara lain. Karena jalan umum itu milik semua masyarakat.” Ucap Santha.
Baru sekarang nih moge di obrak-abrik atas perintah Gubernur yang kecewa dengan perlakuan sok dari para pengendara moge HarDav. Padahal sebelum-sebelumnya banyak informasi dan komplain mengenai para pengendara moge HarDav ini karena ugal-ugalan di jalan dan tidak sedikit juga yang menjadi korbannya.
Salah satu pengalaman buruk juga pernah dirasakan seorang pemuda, sebut saja namanya Komang, asal Badung Utara. Setahun lalu, ia sempat dipepet oleh pengendara moge di Jalan Gatsu Timur, Denpasar. Parahnya, meski ia mengaku sudah menepikan kendaraannya, namun ia tetap dipepet oleh pengendara moge yang melaju zig zag.
“Polisi yang mengawalnya juga berjalan zig zag. Saya sudah minggir, tetapi tetap dipepet, sembari tangan pengendara moge itu mengepakkan tangannya pertanda menyuruh minggir,” keluhnya.
Tak hanya sekali itu, ia juga pernah mengalami kejadian serupa saat berada di Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar. Saat itu, ia juga dipepet, namun ia berusaha melawan. “Saya berusaha tak menggubris mereka. Tetapi, saya dipepet dan mereka menoleh ke saya, seakan-akan mereka menantang saya,” cetus Komang.
“Mereka seperti tak memiliki kepekaan sosial. Jalan di Bali sempit dan padat. Keberadaan mereka tak cocok di Bali,” ucap Komang.
appreciates sekali pemerintah Bali menegkkan aturan ttng Moge bodong, tetapi disadari atau tidak keberadaan moge sangat banyak di Bali dan dapat dengan mudah masuk Bali sehingga tidak sulit untuk membelinya, ……
kenapa pemerintah tidak membuat sejenis pemutihan terhadap moge2 tersebut untuk selanjutnya dibuatkan dokumen agar bisa membayar pajaknya setiap tahun. “PEMERINTAH UNTUNG PEMILIK MOGE JUGA UNTUNG”
setelah itu dilakukan kalau masih ada moge bodong berkeliaran di jalan raya maka bisa dilakukan penahanan thd moge tsbt.
suksma