About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

IMBI (Ikatan Motor Besar Indonesia), Minta Maaf kepada Gubernur Bali

Dalam Negeri
Nenglya, 25.04.2011 - 22:36
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Setelah kejadian pelecehan terhadap Gubernur Bali, Made Mangku Pastika yang dilakukan oleh anggota Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI – Moge) Bali saat konvoi dengan aksi ugal-ugalan dan arogan di Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Sabtu (23/4/2011), Ketua IMBI Bali, Ariyono secara resmi menyampaikan permintaan maafnya kepada Gubernur Pastika atas insiden memalukan tersebut.

“Kami sudah mengirimkan surat resmi kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk meminta waktu beraudiensi, namun hingga saat ini belum ada jawaban. Karena itu kami perlu meminta maaf kepada Bapak Gubernur melalui media massa sambil menunggu kesediaan waktu dari Gubernur Pastika,” kata Ariyono.

Saat kejadian (sabtu, 23/04/11) kemarin, IMBI sedang menggelar touring dalam rangka Jambore IMBI. Lebih dari 200 motor gede (moge) dari berbagai daerah di Indonesia turun ke jalan untuk melakukan konvoi. Ketua panitia Nasional Jambore IMBI, Anak Agung Putu Ngurah Bagiarta, membela diri bahwa insiden tersebut terjadi karena banyak anggota IMBI dari luar Bali yang tidak mengetahui mobil tersebut adalah mobil Gubernur.

Berbeda dengan pernyataan Ariyono dan Bagiarta, Safety officer IMBI Bali, M Rifan punya pendapat lain terhadap insiden tersebut.

“Ada yang mengatakan gubenur diancam, dikepalkan tangannya, mobil gubenur ditendang dan sebagainya. Itu semua tidak benar karena saat insiden tersebut terjadi, saya kebetulan ada di lokasi,” bantah Rifan.

Menurut pembelaan diri Rifan, Kepalan tangan yang dilakukan oleh anggota IMBI Rifan bukan bermaksud melecehkan melainkan kode internasional moge di seluruh dunia yang berarti mengurangi kecepatan karena ada rintangan.

Rifan juga membeberkan peserta-peserta konvoi terdiri dari pejabat dan mantan pejabat, perwira tinggi Polri dan mantan Kapolri Jenderal (Purn) Rusmanhadi.

*Ini pernyataan minta maaf atau pamer backingan ya? Kalau minta maaf ya minta maaf saja ga usah pake ngeles segala, lagian apapun pembelaannya toh sudah dilihat langsung Gubernur. Toh Gubernur tidak mungkin lebay mengungkapkan berita*

Beri Komentar