About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Surat Untuk Presiden dan Desakan Untuk TNI Agar Bebaskan WNI Yang Ditahan Perompak Somalia

Dalam Negeri
luxboy, 10.04.2011 - 14:04
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Nasib 20 anak buah kapal (ABK) Sinar Kudus yang dibajak oleh 50 perompak Somalia pada Rabu (16/3) lalu masih belum jelas. Hingga kini mereka mengaku terkatung-katung karena tak ada pihak yang berupaya membebaskannya.

Perusahaan yang mempekerjakan mereka PT Samudra Indonesia maupun PT Aneka Tambang pemilik muatan biji nikel menolak untuk membebaskannya, kini mereka mengharapkan ada campur tangan pemerintah untuk menyelamatkannya. “Saya minta kepada presiden agar pedulikan nasib kami,” ujar Slamet Juari, yang berhasil menghubungi Tempo melalui telepon dari kapalnya Selasa 5 April 2011.

Kapal Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju ke Roterdam, Belanda, tanggal 16 Maret 2011 lalu. Kapal yang diawaki oleh 31 ABK, 20 orang diantaranya Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan.

Tak kuat, anak kirim surat untuk Presiden

Jumat 8 April 2011, redaksi VIVAnews menerima kiriman surat elektronik dari Rezky Judiana, putri nahkoda Kapal Sinar Kudus, Slamet Juari. Surat yang ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu meminta pemerintah peduli dan berusaha membebaskan warganya dari tangan bajak laut.

“Pada keluarga, Papa bilang kondisinya aman, tapi di sebuah media, dia bercerita, makan hanya sekali sehari, persediaan makanan habis,” ungkap Rezky.

Mahasiswi jurusan teknik sipil Universitas Trisakti ini menceritakan, awalnya, keluarganya tak mau mem-blow up masalah ini. “Tapi, Abang saya SMS, dia nggak tahan, Mama menangis terus,” kata Rezky. “Saya bingung, kami semua bingung.”

Berikut surat Rezky yang ditujukan pada Presiden SBY:

Assalamualaikum Pak Presiden,

Melalui jejaring media ini, saya Rezky (Kiki), seorang mahasiswi. Saya memiliki permohonan, untuk Bapak membaca pesan ini..

Ayah saya (Slamet Juari) dan 19 ABK sudah sebulan menjadi korban penyanderaan perompak Somalia, sejak tanggal 16 Maret 2011.

Sampai sekarang mereka pun masih di tengah perairan dengan persediaan makanan yang menipis. Saya hanya ingin suatu kebijakan dari Indonesia untuk membebaskan Ayah dan 19 ABK nya.

Saya berfikir Indonesia lambat dalam menangani masalah ini, entah itu adalah pemikiran saya yang salah, atau mungkin, diam adalah sebuah strategi.

Setiap hari pasti kami berdoa, namun sampai kapan menunggu tanpa bertindak? Disamping itu, akan makan apa mereka nanti?

Maaf apabila ada kata-kata yang salah, saya hanya ingin Ibu dan keluarga tidak menangis lagi..Wassalamualaikum

Pemerintah Indonesia dinilai lamban

Sementara itu, TNI didesak untuk segera menyelamatkan WNI yang persediaan makanannya sangat terbatas itu.

“Korsel saja bisa. Pembajakan terhadap kasus ini apalagi menyangkut warga negara Indonesia semestinya TNI melakukan operasi khusus,” kata anggota Komisi I DPR Ahmad Muzani kepada detikcom, Sabtu (9/4/2011).

“Saya sangat setuju kalau pemerintah menggunakan otot dalam kasus ini. Sudah lah mana ada jalur diplomasi dengan perompak seperti ini,” tegas Sekjen Partai Gerindra ini. Menurutnya, keselamatan WNI bukanlah taruhan seperti barang.

Cara-cara yang ditempuh pemerintah Indonesia, kata Muzani, dinilai lamban. Menghadapi perompak tidak bisa disamakan dengan melawan penjahat lokal.

“Kita harus menunjukkan kalau negara ini memiliki kedaulatan dan tanggungjawab melindungi segenap warga negaranya. TNI memikul tugas itu. Kekuatan bersenjata adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan warga negara kita. Memang siapa lagi yang akan peduli? Menunggu perompak membebaskan mereka?” sindirnya.

Usaha pembebasan sendiri hingga saat ini belum membuahkan hasil, sementara keluarga ABK mengaku sangat cemas. Mereka berharap pemerintah RI bisa turun tangan membantu pembebasan. Pihak keluarga telah mengirimkan surat kepada Presiden SBY namun belum juga mendapat respon.

Awal tahun ini, pasukan khusus Angkatan Laut Korea Selatan (Korsel) berhasil menyelamatkan 21 pelaut termasuk 2 WNI yang disandera para bajak laut Somalia. Kapal kargo mereka yang dibajak juga berhasil direbut kembali. Kapal Samho Jewelry dibajak pada Sabtu, 15 Januari di Laut Arab saat dalam perjalanan menuju Sri Lanka dari Uni Emirat Arab. Kapal tersebut mengangkut bahan-bahan kimia. Kapal tersebut membawa 21 kru yang terdiri dari delapan warga Korsel, dua WNI dan 11 warga Myanmar.

Sumber: Kaskus

Komentar Pembaca (1)


  1. Gimana itu pemerintah lihat rakyatnya disandra kok malah diem aja ????

Beri Komentar