- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Malam ini (Selasa 22/3/11), Denpasar-Bali di hebohkan dengan adanya isu bom. Isu tersebut mengatakan adanya paketan bom di daerah Sanglah, Jalan Diponogoro, Tiara Dewata, Tukad Yeh Aya Panjer. Mendengar berita tersebut langsung saja saya turun menyusuri jalanan Denpasar untuk mencari kebenaran.
Sekitar pukul 18.30 Wita atau 19.00 Wita, sepulang saya bekerja. Saya melihat serombongan mobil polisi, mobil gegana, mobil ambulance, menuju ke arah Rumah Sakit Sanglah. Mereka membunyikan sirine seakan-akan ada keadaan yang gawat. Tapi saya tidak ada sedeikitpun kepikiran kalau itu adalah isu bom.
Sesampai saya di rumah, sekitar jam 19.00 Wita lewat, saya tidak tau pastinya jam berapa, ada helikopter terdengar terbang melintasi rumah dan baru jam 22.00 wita tadi saya mengetahui dari seorang teman bahwa itu adalah helikopter polisi.
Pukul 20.00 – 21.00 Wita, saya keluar rumah karena ada beberapa urusan yang harus dikerjakan, saya melewati jalanan Sanglah, Pulau Tarakan, Simpang Enam, Teuku Umar, Diponogoro, Tiara Dewata, Sudirman, Renon, Jalan Tukad Yeh Aya, Waturenggong, Sudirman, Teuku Umar dan berujung pada jam 22.00 wita saya berada di RS Prima medika menjenguk teman. Sepanjang perjalanan saya tersebut, tidak ada sedikitpun kerumunan massa ataupuun hal hal uang mencurigakan apalagi ramai-ramai soal bom.
Tepat pukul 22.45 Wita, saya mendapat kabar bahwa ada bom yang sudah di ledakan team gegana di daerah panjer, saat itu juga saya keluar RS kemudian menyusuri Sanglah, Diponogoro, Tiara Dewata, Sudirman, Renon, Jalan Tukad Yeh Aya, Jalan Tukad Pakerisan, Sidakarya, Sesetan, Diponogoro dan kemudian menyusuri jalan yang sama 2x. Tidak ada garis polisi, tidak ada kerumunan massa, hanya ada beberapa polisi berjaga di perempatan jalan (Perempatan Suci dan Perempatan Sanglah), selebihnya tidak ada yang mencurigakan.
Kok bisa ada isu bom? Darimana sumbernya?
Sumbernya bisa dibilang dari sebuah kepanikan seseorang yang tidak beralasan (paranoid). Karena terlalu takut dengan adanya isu bom yang seperti kita tahu beberapa hari belakangan ini menjadi top news, membuat beberapa orang paranoid (ketakutan yang berlebihan)
Kenapa Saya Bisa Bilang Begitu?
Karena ternyata yang dibilang paketan berisi bom itu hanyalah berisi kabel instalasi listrik bertegangan tinggi dan sampah saja.
Yang menjadi pelapor pertama kali adalah Made Joni (pelapor paket di Jalan Tukad Yeh Aya). Sekitar pukul 19.30 Wita, ia curiga melihat seseorang melemparkan sesuatu di dekat rumahnya dan langsung lapor polisi. Ternyata barang yang dibuang itu adalah sampah.
Disaat yang bersamaan juga, polisi juga mendapatkan panggilan bahwa ada mobil yang isinya mencurigakan berada di jalan Diponogoro. Mobil tersebut memiliki plat berbeda antara depan dan belakang, yakni DK 1291 XQ pada plat depan dan DK 1921 XQ di plat belakang.
Menurut petugas yang dimintai keterangan, polisi saat itu mengejar mobil tersebut. Mobil itu dikendarai oleh Edy Yunianto. Saat mobil dihentikan Edy malah melarikan diri tapi berhasil dihentikan petugas. Selain Edy, di dalam mobil juga terdapat tiga orang yakni Deni Masjen, Dadang dan Yongky. Saat digeledah, dalam mobil ditemukan sejumlah alat listrik. Edy menyatakan, alat listrik ini milik PT Loka Sejahtera Abadi sebagai instalasi kabel listrik bertegangan tinggi.
Mengapa Edy lari saat dikejar polisi? Karena ia takut ditilang, karena baru menerobos lampu merah.
Jadi pada intinya. Waspada dan takut itu wajar.. Tapi jangan sampai membuat kita berhenti menjadi orang normal menjadi ketakutan yang berlebihan. ![]()
Mari kita semua berdoa agar Dunia tetap dilindungi kasih dan damaiNya. Amin..
bom