- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Setelah guyonan tak lucu mengenai sailormoon, ultraman, dkk di BBM, serta gambar kartun di koran Malaysia dalam bencana tsunami kemarin di Jepang, muncul lagi broadcast message (pesan berantai) yang tak benar. Lagi-lagi pengguna BBM (BlackBerry Messenger) yang menyebarkan isu mengenai bahaya hujan di Indonesia yang mengandung radiasi.
Tak jelas darimana asal BBM tersebut, yang pasti saya menerima pesan yang kira-kira bunyinya seperti ini:
masuk tv tadi: karena kmrn ada gempa dan tsunami, Ada ledakan nuklir 16:30 Minggu di Fukushima Jepang. Jika terjadi hujan hari ini atau dalam beberapa hari ke depan, JANGAN SAMPAI TERKENA HUJAN. Jika Anda harus keluar, gunakan payung atau jas hujan, bahkan jika hanya gerimis. Karena partikel radioaktif, yang dapat menyebabkan luka bakar atau kanker alopecia mungkin terkandung dalam hujan. Tolong bantu broadcast.
Ditinjau dari ahlinya
Menurut Badan Pengawas Tenaga Nuklir Indonesia (Bapeten), jangkauan radiasi nuklir akibat dampak ledakan di Jepang diyakini tidak akan sampai ke Indonesia.
“Angin di Jepang rata-rata memiliki kecepatan 0,2 sampai 0,3 meter per detik menuju arah utara dan utara barat. Sedangkan Indonesia berada di selatan Jepang. Jadi tak perlu khawatir,” kata Kepala Bapeten, Asnatio Lasman, dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (15/3/2011).
Ia juga menambahkan, Indonesia akan terbebas dari hujan asam. Karena di PLTN Fukushima terdapat pendingin reaktor dalam bentuk asam borat. Asam ini termasuk asam lemah yang jauh lebih lemah dari asam lufat dan nitrat. Status radiasi di Fukushima juga masih bersifat lokal. Luas evakuasi hanya 20 km dan belum termasuk skala nasional.
Kesimpulannya
Benarkah akan turun hujan yang mengandung radiasi di Indonesia? Jawabannya adalah isu tersebut HOAX.
Saya menghargai mereka-mereka yang memakai pedoman, “Mencegah lebih baik daripada mengobati” atau “Berjaga-jagalah senantiasa”, namun jika isu yang disebarkan belum di kros cek kebenarannya, akan sangat disayangkan. Satu kata yang paling saya suka dari broadcast seorang teman: “Be smart as your smartphone!”