About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Inilah Penyebab Ditariknya Semua Film Asing Di Indonesia

Dalam Negeri
Nenglya, 19.02.2011 - 10:52
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Mulai 18 Februari 2011 kemarin, seluruh film asing asal Amerika ditarik dari seluruh bioskop-bioskop di Indonesia. Noorca Masardi selaku juru bicara pihak 21 Cineplex mengatakan seluruh film-film asing yang berada di tanah air, telah diturunkan dari penayangannya di setiap bioskop yang ada (21/XXI/Blitz Megaplex).

Motion Picture Associated (MPA) mewakili sejumlah perusahan film asing Amerika sudah resmi menarik semua film asing yang beredar di bioskop-bioskop Indonesia. Film asing yang ditarik dari penayangannya bukan hanya film lama saja, tapi film yang baru beredar pun sudah ditarik.

Lalu Apa Sebabnya?
Noorca Masardi menjelaskan MPA menarik semua film asing yang tayang di Indonesia, karena adanya ketidakcocokan denga kebijakan baru dari Ditjen Bea Cukai.

Bukan tentang kenaikan pajak film impor, tapi yang dipermasalahkan adalah sejak Januari 2011 ada aturan dan penafsiran baru Direktorat Jenderal Bea Cukai atas Peraturan tentang pajak bea masuk yang lama, yang diberlakukan per Januari 2011, yakni, bea masuk atas hak distribusi. Nah, MPA menganggap kebijakan ini tidak lazim dan tidak pernah ada dalam praktik film di seluruh Indonesia.

Yang disebut bea masuk itu hanya berlaku untuk barang masuk dan film tidak bisa dikategorikan sebagai barang masuk. Apalagi menurutnya, sebenernya sebagai “barang”, setiap kopi film impor yang masuk ke Indonesia, selama ini sudah dikenakan dan dibayarkan bea masuk+pph+ppn, 23,75% dari nilai barang.

Selain itu, selama ini, Negara/Ditjen Pajak/Kemenkeu juga selalu menerima pembayaran pajak penghasilan 15% (Lima belas persen) dari hasil eksploitasi setiap film impor yang diedarkan di Indonesia.

Pemda, Pemkot, Pemkab juga selalu menerima pajak tontonan dalam kisaran 10-15% untuk setiap judul film impor atau nasional sebagai Pendapatan Asli Daerah.

Karena Ditjen Bea Cukai tidak mau memahami dan menanggapi seluruh argumen penolakan dan keberatan terhadap “Bea masuk hak distribusi” yang diajukan oleh pihak MPA, Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (Ikapifi), Bioskop 21, maka MPA sebagai asosiasi produser film Amerika memutuskan hal ini (ditariknya semua film asing dari Indonesia)

“Selama ketentuan bea masuk atas hak distribusi film impor diberlakukan maka seluruh film Amerika Serikat tidak akan didistribusikan di seluruh wilayah Indonesia sejak 18 Februari,” ungkap Noorca Masardi.

Film-film impor yang baru dan yang sudah masuk dan sudah membayar bea masuk sesuai ketentuan yang berlaku selama ini, juga tidak akan ditayangkan.

Komentar Pembaca (2)


  1. alexandria says:

    oke. . . . slamat buat para penjual DVD bajakan sya bkal jadi langganan OK
    hahaha :D

  2. wong cilik says:

    goblok banget ni ditjen pajak kita!!sekarang yg rugi siapa?masyarakat jg!!dongo nih,kerjaannya nimbun harta haram!makin buncit tuh perut2 org kyk gitu krn makan duit haram!mana hasil pajaknya??pajak d taikin tp masyarakat masih banyak yg melarat!!! goblok,astargfirullahaladzim..nyebut2..lama2 masyarakat turun sendiri nih menegakan keadilan!!

Beri Komentar