- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Tim penyelidik Rusia mengungkapkan mereka telah berhasil mengidentifikasi pelaku peledakan bom di bandara Domodedovo, Moskow tanggal 25 januari silam. Menurut para penyelidik, pelaku adalah seorang pemuda 20 tahun. Dia berasal dari daerah Kaukasus di Rusia Selatan. Di daerah itu, kelompok separatis kerap melakukan tindakan teror, menuntut kemerdekaan dari Rusia.

Tersangka Pelaku Pengeboman
Namun pihak federal Rusia menolak membeberkan lebih rinci mengenai identitas pemuda tersebut. Alasannya, mereka tak ingin hal tersebut merusak penyelidikan yang masih berjalan terhadap dalang peristiwa tersebut.
Seorang anggota tim penyelidik juga mengungkapkan bahwa tindakan tersebut memang ditujukan untuk meneror warga asing yang datang ke Rusia. “Bukanlah sebuah ketidaksengajaan serangan teroris dilakukan di terminal pemberangkatan bandara. Serangan teroris itu ditujukan terutama bagi para warga asing,” ungkapnya
Pemberontak Kaukasus dikenal bertanggung jawab atas berbagai serangan mematikan di Rusia beberapa tahun belakangan. Pada Maret 2010, pemberontak Kaukasus meledakkan stasiun bawah tanah Moskow, menewaskan 40 orang. Salah satu bom diledakkan di stasiun bawah tanah, tepat di bawah markas badan intelijen Rusia (FSB).
Seorang pengamat keamanan Rusia, Pavel Felgenhauer, mengatakan bahwa selalu ada pesan dibalik setiap serangan. Dalam peristiwa di bandara tersebut, para pelaku ingin memberi kesan bahwa berbahaya jika melakukan perjalanan ke Rusia. “Intinya adalah menakuti para wisatawan, bukan untuk membunuh, tapi untuk merusak citra dan perekonomian Rusia,” ujarnya
Diantara 35 orang tewas akibat ledakan di bandara Domodedovo terdapat warga asing dari Inggris, Jerman, Austria, Ukraina, Kyrgyzstan dan Uzbekistan. Presiden Rusia, Dmitry Medvedev mengkritik keras departemen transportasi dan polisi atas longgarnya pengamanan di bandara. Medvedev juga telah meemcat pihak keamanan bandara yang dinilainya tidak becus dalam melakukan tugasnya dan memerintahkan investigasi terhadap kelalaian fatal tersebut.