- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Tak lama lagi, seluruh warga dunia akan merayakan hari Valentine dengan nuansa warna serba merah muda (pink). Hari Valentine dianggap sebagai hari kasih sayang yang biasa jatuh pada 14 Februari, di setiap tahunnya.
Perayaan Valentine ini, selalu ditentang oleh Front Pembela Islam (FPI) karena dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam. Salah satunya diungkapkan Ketua FPI Depok, Habib Idrus Al Gadhri.
Idrus mengatakan, hari Valentine memang populer di negara-negara Eropa dan Amerika. Di mana kaum remaja merayakannya dengan hura-hura. Umumnya, perayaan Valentine dirayakan dengan pesta, berdansa semalam suntuk, dan saling memberi hadiah cokelat. Menurut Idrus, ada juga kegiatan-kegiatan yang berbau maksiat lainnya. Bahkan hal-hal yang hanya boleh dikerjakan oleh pasangan suami-istri juga mereka lakukan
Idrus berpendapat, dilarang bagi seorang muslim membantu atau menolong dalam perayaan ini, baik berupa makanan atau minuman, jual atau beli, produksi, ucapan terima kasih, surat-menyurat, dan juga pengumuman. Semua hal ini dikaitkan sebagai bentuk tolong-menolong dalam dosa serta pelanggaran.
”Juga sebagai bentuk pengingkaran atas Allah dan Rasulullah. Tak boleh dirayakan apapun bentuknya,” ujarnya tegas