- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Serial ini bercerita tentang seorang dokter bernama Gregory House, yang bekerja sebagai pimpinan Departemen Diagnostik di Rumah Sakit Princeton Plainsboro, pekerjaannya meliputi diagnosa terhadap pasien-pasien yang memiliki penyakit ‘aneh’ dan ‘sulit terklarifikasi’, sehari-hari, kita akan melihat interaksi Dr. House dengan orang-orang di sekitarnya, selain pasien2 yang ia coba sembuhkan. Antara lain Dr. james Wilson, ahli onkologi yang merupakan sahabat baiknya, dan Lisa Cuddy, pimpinan tertinggi dari RS Princeton Plainsboro, yang juga merupakan teman lamanya, dan 3 orang asistennya di Departemen Diagnosa yang dipilih sendiri olehnya, Dr. Allison Cameron, Dr. Eric Foreman, dan Dr. Robert Chase. House juga ‘dipaksa’ bekerja di klinik Rumah Sakit tersebut sebagai dokter umum, dan seringkali hal menarik pun terjadi disana.
Untuk sebuah drama medis, serial House mempunyai cast karakter yang nyaris sempurna, Dr. House disini digambarkan sebagai seorang jenius yang luar biasa, ahli diagnosa yang punya metode dan pemikiran sendiri dalam menghadapi pasiennya, seringkali, nyaris setiap saat, pemikiran itu akan berbenturan dengan pendapat umum dunia medis, bahkan, para orang-orang terdekatnya sendiri, House adalah seorang antisosial yang tidak mau ambil pusing dalam perasaan pribadi manusia2 yang terlibat dengannya, ia menganggap setiap penyakit pasiennya adalah ‘puzzle’, teka teki, ia tak peduli hal lain yang ‘intim’ atau ‘main-hati’, yang membuatnya terlihat tambah buruk, ia adalah seorang yang egois, bandel, mau menang sendiri, seenak udel, suka menunjukkan kebodohan orang lain di depan orang tersebut, dan narsisitik sejati.
Mungkin ia melakukan itu karena ingin menutupi kelemahannya sendiri, sebelah kakinya pincang karena keterlambatan diagnosa terhadap penyakitnya dulu membuatnya harus kehilangan sebagian otot pahanya, sehinggaia harus berjalan dengan tongkat, dan menenggak Vicodin (obat pereda rasa sakit) seumur hidupnya. Namun ia cukup bersenang-senang dengan keadaannya itu, dan terus saja membuat orang-orang di sekitarnya sebal bukan main, sambil, di satu sisi, terus berusaha menyelamatkan nyawa pasiennya dari penyakit2 yang ‘tak diketahui’ itu. Satu petunjuk yang selalu dikemukakan oleh House adalah, ‘everybody lies’, disitulah kemampuan detektifnya diuji untuk menguak penyakit pasien2nya tersebut satu demi satu dengan metode pemikiran extremely-out-of-the-box, walaupun itu berarti harus menguak masa lalu pasiennya dengan cara yang memalukan sekalipun.
Karakter pendukungnya pun bukan sembarangan, mereka adalah penyempurna bagi drama-seri ini, ‘tiang-tiang kokoh’ yang mendukung sebuah ‘rumah’ bernama ‘House MD’, masing-masing punya penokohan yang kuat, dan sangat sempurna dengan peran masing-masing, semua diselami secara mendalam dengan skrip yang luar biasa, setiap episode yang ada pun sarat dengan pesan-pesan moral serta sindiran terhadap segala hal yang terjadi di berbagai bidang, dari politik hingga dunia atlit, dan dikemas secara menawan dalam sebuah black comedy yang sempurna, satir, cerdas dan menggigit, terutama semua hal yang keluar dari mulut House, ia adalah seorang One-Liner kelas wahid, jago men-skak orang lain, dan dengan brilian akan membuat anda menangis DAN terpingkal-pingkal di waktu yang sama, ia tak pernah ingin dipandang sebagai seorang yang baik hati, peduli dan penuh senyum, baginya hidup ini adalah sebuah panggung komedi yang buruk, dimana setiap orang hanya pelawak yang mengeluarkan lelucon yang tidak lucu, ia suka bersenang senang di atas penderitaan orang2 terdekatnya, membuat mereka menegangkan urat setiap saat, begitulah sudut pandangnya dalam menjalani hidup sehari-hari. Hanya kebrilianannyalah yang membuatnya tetap dipertahankan untuk bekerja di Rumah Sakit itu.
Tapi di balik semua ‘kedok’ itu, House adalah pria paruh baya biasa yang kesepian, dalam hatinya, ia adalah seorang yang baik dan tulus, ia selalu mengusahakan segalanya 100 % agar setiap pasiennya beroleh kesempatan hidup lagi, bila di matanya penyakit2 tersebut dapat disembuhkan (ia tak akan menerima seorang pasien yang penyakitnya tidak dapat disembuhkan, ia menyebut mereka ‘boring’), dan seringkali akan kita lihat, orang2 di sekitarnya, bahkan pasiennya sendiri sudah menyerah dengan keadaannya, tapi ia tetap pada pendiriannya, dan menyelamatkan mereka, melawan arus, sendirian. Ia sengaja menutup akses kepada orang2 yang peduli padanya, dengan tingkahnya yang sangat menyebalkan.
Meskipun serial ini sendiri memiliki sedikit kekurangan, yakni banyaknya istilah medis canggih (LUAR BIASA banyak) yang kadang membuatnya sulit dicerna, tapi alurnya tetap sangat enak untuk dinikmati, karena banyak sisi lain dari para karakter yang akan tergali seiring episode berjalan, selain proses diagnosa House pada pasien yang canggih. Semua properti pendukung juga tereksekusi dengan baik, darah akan terlihat seperti darah, tinja akan terlihat seperti tinja, proses operasi dan pemotongan organ tubuh akan sejenak membuat anda merasa ngilu, teknik CGI ala CSI dalam menelusuri sebab-sebab penyakit dalam tubuh juga digarap serius, scoring juga mendukung tiap adegan, membuat anda tak bisa berbuat hal lain selain terus menonton episode demi episode
Kesimpulannya, House MD adalah sebuah serial yang brilian, 4 Emmy Award bukan sesuatu yang berlebihan, dan season 7 sedang berjalan..So, tunggu apalagi, bagi para mania film serial yang mendambakan sesuatu yang lebih dari sekedar Cinta Fitri, this one’s for you

now that’s interesting
Karakter Utama:
- Dr. Gregory House……………….Hugh Laurie
- Dr. Lisa Cuddy…………………….Lisa Edelstein
- Dr. James Wilson…………………Robert Sean Leonard
- Dr. Eric Foreman…………………Omar Epps
- Dr. Robert Chase………………….Jesse Spencer
- Dr. Allison Cameron……………..Jennifer Morrison
- Dr. Remy ‘Thirteen’ Hadley…….Olivia Wilde
- Dr. Chris Taub……………………..Peter Jacobson
- Dr. Lawrence Kuttner……………Kal Penn
masuk list..biar pun telat yg penting nonton serial yg berbobot^^
thanxs tuk rangkumannya…ngebantu bgt…