- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Salah satu yang berkomentar senada adalah anggota Komisi X DPR dari Fraksi Hanura, Djamal Aziz, “Hak rakyat yang hilang disini” ujarnya rabu (19/1) kemarin
Djamal amat menyayangkan keputusan PSSI untuk menganaktirikan para pemain yang berkompetisi di LPI, termasuk Irfan Bachdim, yang pada ajang AFF tahun lalu sukses mendongkrak kekuatan timnas Indonesia. “Bagaimanapun, keberadaan dia (Irfan) bisa menjadi penarik minat masyarakat untuk mendukung sepak bola,” kata Djamal
Selanjutnya, Djamal juga mengharapkan agar perselisihan antara PSSI dan LPI segera diselesaikan. Kemudian Djamal juga kecewa dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga yang seperti tidak memiliki wewenang dalam polemik ini. “Harusnya ada langkah-langkah cepat yang bisa dilakukan. Semua orang sepertinya bisa dikalahkan oleh Nurdin Halid,” indirnya
Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng menyatakan akan melakukan mediasi terhadap dua kubu yang berkonflik tersebut. Namun terkait sangsi yang dapat dijatuhkan FIFA kepada LPI, semua tetap wewenang PSSI.
“Kami serahkan kembali kepada PSSI,” kata Andi. “Hal terpenting duduk bersama dulu. LPI menjelaskan apa visi-misi mereka untuk sepak bola dan apa syarat dari PSSI agar LPI bisa diterima,” pungkasnya