- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Suasana tegang menyelimuti seleksi tahap 3 timnas U23. Pasalnya sang pelatih, Alfred Riedl terlihat sering marah-marah. Mood pelatih berkebangsaan Austria ini sedang jelek. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab Riedl terlihat kesal sepanjang hari.
Pertama, ketika sesi seleksi pagi dimulai, kehadiran para wartawan yang baru datang untuk meliput timnas membuat Riedl naik pitam. Pasalnya para awak media tersebut kerap berteriak dan bersorak dari Tribun lapangan Senayan saat sesi latih tanding dilakukan.Dari kejauhan tampak Riedl geleng-geleng kepala melihat hal tersebut. Selepas sesi latih tanding, sebelum sesi wawancara dimulai, Riedl memperingati para wartawan agar tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut. “Ini serius. Jangan seperti anak kecil,” cetus Riedl, yang membuat para awak media yang bersangkutan tertegun dan tersenyum menahan malu.
Di sesi seleksi sore, tampaknya mood Riedl belum diijinkan untuk membaik. Kali ini ia yang sering berteriak memarahi para pemain muda calon timnas U23. Pasalnya permaiinan mereka saat latih tanding terlampau keras dan sarat tekel-tekel berbahaya. “Kamu gila!!” teriak Riedl setengah putus asa, saat ada pemain depan yang nekat melabrak kiper dalam perebutan bola. “Kebiasaan di kompetisi jangan dibawa kesini. Di Eropa tidak ada hal seperti itu!!” gerutu pelatih yang terkenal disiplin tersebut.
Tidak hanya Riedl, asisten pelatih Wolfgang Pikal pun terlihat beberapa kali memarahi para pemain. “Kamu mau bunuh pemain ( teman ) sendiri?!” hardik Pikal pada seorang pemain saat terjadi pelanggaran keras di mulut gawang.
Seringnya terjadi pelanggaran keras membuat Riedl, yang mengawasi dari tribun, sempat turun ke lapangan dan menghentikan pertandingan. Ia lalu melangkah ke dalam lapangan dan memberikan teguran keras kepada para pemain.
“Saya ingin mencetak pemain sepak bola. Bukan pemain rugby,” kata Riedl ketika dimintai konfirmasi setelah seleksi. “Pemain yang sering melakukan pelanggaran tidak ada gunanya. Itu bukan sepak bola,” tutur pelatih kawakan yang pernah sukses menangani Vietnam tersebut.
Riedl juga menjelaskan alasannya mencoret dua pemain potensial dalam seleksi tahap dua kemarin. Yang pertama adalah pemain keturunan asing Vincent Partosoebroto, dan kedua adalah gelandang muda asal Papua dari klub Semen Padang, Verdy Mofu. “Vincent tidak cukup berkualitas. Sedangkan Verdy Mofu indisipliner. Saya tidak butuh pemain sepeti itu,” kata Riedl singkat.
Verdy Mofu dipulangkan karena tidak mengikuti sesi latihan di seleksi hari pertama. Alasannya, ia tak enak badan, namun ia tidak mengkonfirmasikan hal tersebut kepada siapapun, sehingga Riedl menganggapnya bolos.
Namun Riedl juga mengaku puas dengan performa beberapa pemain di seleksi tahap 3 ini, terlepas dari permainan keras mereka. “Untuk nama-namanya tunggu nanti diumumkan oleh BTN,” pungkasnya.
Riedl mengaku akan mengumumkan skuad timnas untuk proyeksi Pra-Olimpiade lewat Ketua Badan Tim Nasional, Iman Arif, Senin (17/1/2011) besok.
Wah, jadi ga sabar nih..In Riedl We Trust!! ![]()