- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Rupanya surat ultimatum FIFA kepada PSSI yang ditunjukkan Sekjen PSSI Nugraha Besoes kepada wartawan hari kamis (13/1) kemarin menimbulkan tanda tanya. Surat tersebut diragukan keasliannya karena sejumlah kejanggalan. Yang paling terasa adalah surat tersebut tidak berisi tanda tangan resmi dari pihak FIFA sama sekali.
Hal ini terungkap setelah sejumlah wartawan melihat surat ‘sakti’ tersebut dari dekat. Surat tersebut terdiri dari dua lembar, satu lembar surat asli berbahasa Inggris dan satu lembar kopi surat asli yang sudah dialihbahasakan ke bahasa Indonesia. Di surat berbahasa Indonesia ditemui tanda tangan Sekjen FIFA Jerome Valcke di pojok kiri bawah surat, tapi tidak begitu halnya di surat asli berbahasa Inggris yang bahkan tidak memperlihatkan kolom untuk tempat tanda tangan.
Besoes pun terkesan berhati-hati dalam memamerkan surat ‘asli’ dari FIFA yang berbahasa Inggris selama jumpa pers. Ia lebih sering melambai-lambaikan surat yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Setelah diselidiki lebih lanjut, ditemukan kalau ternyata surat asli FIFA berbahasa Inggris tersebut terdiri dari dua halaman, dengan yang diperlihatkan Nugraha pada sesi jumpa pers hanyalah halaman pertamanya saja. Halaman kedua surat ‘asli’ dari FIFA baru ‘muncul’ sekitar 6 jam setelah jumpa pers. Surat tersebut pun terkesan ditutup-tutupi karena hanya dikirim melalui email kepada wartawan salah satu media.
Dengan demikian maka PSSI memiliki bukti bahwa surat ultimatum FIFA tersebut sah. Namun pertanyaan masih menggantung, kenapa harus menunggu hingga enam jam setelah jumpa pers untuk ‘memunculkan’ bukti keaslian surat tersebut? Dan kenapa hanya diberikan lewat email kepada salah satu awak media?