About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Keterangan Saksi Kasus Ariel Menyinggung Perasaan Masyarakat Suku Dayak

Selebriti
Billy, 09.01.2011 - 11:00
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

ariel-1Rupanya polemik kasus video mesum Ariel Peterpan merembet ke mana-mana. Keterangan salah satu saksi kasus Ariel dikatakan telah melukai seluruh masyarakat suku Dayak. Hal itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Presidium Laskas Adat Dayak Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Rumsyah Bagan,

Rumsyah mengatakan bahwa keterangan seorang saksi ahli bernama Thamrin Amal Tomagola sangat tidak bisa ditolerir dan sangat rasis, selain telah melukai harkat dan martabat seluruh suku Dayak.

Thamrin Amal, selaku sosiolog dari Universitas Indonesia, memberi pernyataan bahwa tindakan seks bebas yang dilakukan Ariel tidak perlu dibesar-besarkan karena tindakan hubungan badan tanpa ikatan perkawinan sudah dilakukan masyarakat Suku Dayak sejak lama.

Pihak Rumsyah , secara tegas menentang pernyataan tersebut dan meminta kepada Thamrin dalam waktu yang secepatnya mencabut keterangan itu, diiringi permintaan maaf kepada seluruh warga Kalimantan, khususnya suku Dayak. Rumsyah juga mengatakan bahwa kata-kata Thamrin tersebut bisa mengancam keharmonisan hidup pluralisme di indonesia. “Pernyataan saksi ahli tersebut juga kami anggap dapat memecah belah persatuan dan kesatuan kita dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Rumsyah pada hari jumat (8/1) kemarin.

Akibat pernyataannya ini, seluruh elemen organisasi masyarakat Dayak telah mengadakan pertemuan dan siap menempuh jalur hukum agar Thamrin mengklarifikasi maksud ucapannya.

Salah seorang pengurus Majelis Adat Dayak wilayah Jakarta, Yakobus Kumis, ketika dihubungi menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan demo pada Sabtu (8/1) ke Kantor Kementerian Hukum dan HAM di Jakarta terkait pernyataan Thamrin Amal Tomagola dalam sidang vokalis kelompok musik Peterpan tersebut. Kami menggalang organisasi suku Dayak lainnya untuk membuat pernyataan agar dia meminta maaf dan di hukum adat,” tegas Yakobus.

Wah, kok jadi panjang yah urusannya..?

Beri Komentar