About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Biografi Pierluigi Colina, Wasit Sepakbola Legendaris Dunia

Biografi
Billy, 09.01.2011 - 14:26
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

collinaPierluigi Colina adalah ikon dunia sepakbola. Ia adalah sosok wasit pertama (dan mungkin satu-satunya) yang berhasil menembus jajaran selebriti layaknya pemain dan pelatih, dengan tampil di sejumlah iklan dan media massa.

Colina lahir di Bologna, Italia, 50 tahun silam. Semasa remaja, ia bermain sepakbola dengan posisi bek tengah, namun pada usia 17 tahun, ia tergoda untuk mengikuti kepelatihan wasit.

Selama 3 tahun setelah menjalani pelatihan wasit, karir Colina lancar. Ia selalu dipercaya memimpin partai-partai lokal tingkat tertinggi. Hal itu ia lakukan sembari menyelesaikan wajib militernya.

Pada tahun 1988, saat berusia 28 tahun, Colina mengalami lonjakan karir dengan langsung menjadi hakim di pertandingan divisi 3 Italia, Serie C1 dan C2. Hanya 3 tahun berselang, ia dipercaya menjadi wasit di Seria A dan Serie B yang merupakan kompetisi Liga tertinggi di Italia.

Pada periode tersebut juga Colina mulai menderita penyakit langka Alopecia yang menyebabkan rambut dan bulu di bagian wajahnya rontok dan tak dapat tumbuh lagi.

Penampilan nyentrik Colina yang botak tanpa sehelai bulu pun menjadi ciri khasnya selama menjadi wasit. Ia juga mendapat julukan ‘Kojak’. Seorang tokoh kartun yang botak total seperti dirinya.

Pada tahun 1995, setelah mewasiti 43 pertandingan Serie A, Colina mendapatkan predikat resmi sebagaiu wasit FIFA, yang artinya ia bisa memimpin partai-partai antar negara. Salah satu pertandingan yang paling dikenang Colina adalah pertandingan Final Liga Champion 1999 antara Manchester United melawan Bayern Munchen.

Pertandingan tersebut dimenangkan United dengan skor 2-1 melalui comeback yang hebat dan gol di menit-menit akhir waktu tambahan (yang sekarang dikenang sebagai salah satu pertandingan paling legendaris di dunia).

Puncak karir Colina terjadi pada Piala Dunia 2002. Ia dipercaya menjadi wasit partai final ajang tersebut yang mempertemukan Jerman dan Brasil.

Colina juga mewasiti beberapa pertandingan penting setelahnya. Turnamen terakhir yang diikutinya sebagai pengadil adalah Euro 2004, karena usianya sudah mencapai batas yang diperbolehkan FIFA, yakni 45 tahun.

Namun karena kepopuleran dan kharismanya, Federasi Sepakbola Italia (IFF), memperpanjang masa pengabdiannya menjadi 46 tahun. Laga internasional terakhir Colina adalah pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2006 antara Portugal melawan Slovakia.

Sebagai wasit, Colina dikenal amat berkharisma dan simpatik, sehingga para pemain jarang ada yang memprotes keras keputusannya. Namun di luar itu, ia hanyalah manusia yang bisa salah. Beberapa kali Colina mengeluarkan keputusan kontroversial yang membuat dahi berkernyit. Contohnya ketika ia menjalin kontrak kerjasama dengan brand Opel pada tahun 2005. Pada waktu itu ia baru saja mendapat perpanjangan masa bakti dari IFF, namun kejadian ini membuat IFF harus mengkaji ulang keputusan mereka, pasalnya Opel saat itu juga merupakan sponsor utama tim AC Milan. Maka keputusan Colina dinilai akan membuat dirinya berat sebelah, maka ia pun tidak lagi diperbolehkan memimpin laga-laga besar Serie A.

Merespon hal tersebut, Colina pun mengajukan pengunduran dirinya permanen dari dunia perwasitan Italia, dan secara efektif mengakhiri karirnya sebagai wasit.

Kini Colina menghidupi diri dengan bekerja sebagai konsultan finansial, profesi yang sudah lama digelutinya bahakan saat masih berstatus sebagai wasit top dunia. Ia sudah menikah pada tahun 1988, dan mempunyai dua orang putri hasil pernikahan tersebut. Meskipun berkarir di dunia sepakbola, tidak banyak yang tahu bahwa ternyata olahraga favorit Colina adalah basket. Dirinya adalah pendukung setia tim Fortitudo Bologna, sebuah klub basket elit Eropa yang berasal dari kota kelahirannya.

Colina juga tampil di sejumlah iklan dan media populer, seperti kover game Pro Evolution Soccer 3 dan 4, iklan Master Card, Adidas, dan sejumlah produk ternama lainnya. Ia masih sering menjadi pengadil untuk laga-laga amal internasional, dan kini menjabat sebagai kurator juri di FIFA.

Dengan demikian maka Colina memiliki prestasi yang tidak dimiliki wasit lain, bahkan hingga sekarang : menjadi selebriti kelas dunia.

Salut, Kojak! :D

Beri Komentar