- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Dokter, saya sedang bingung. Keluarga saya memiliki riwayat penderita jantung koroner (PJK). Nenek saya meninggal akibat penyakit tersebut. Sementara itu, dari keluarga suami, juga ada kakek buyutnya yang meninggal karena PJK.
Saat ini, suami dan anak saya juga termasuk yang berisiko tinggi menderita penyakit tersebut. Selama ini, saya dan suami sudah berusaha menjalani pola hidup sehat. Kami tak mau meninggal di usia muda akibat penyakit jantung. Kami juga tak mau menderita penyakit yang termasuk sindrom metabolik. Yakni, diabetes mellitus, stroke, dan hipertensi. Kami berdua sangat ketakutan.
Suami sudah berhasil menurunkan berat badan. Kadar kolesterolnya juga mendekati normal. Begitu pula, buah hati kami membatasi makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Kami juga rutin olahraga, minimal seminggu dua kali.
Benarkah pola hidup yang sudah kami lakukan? Sebab, di keluarga saya dan suami, sama-sama ada riwayat menderita PJK? Terima kasih.
Aishah – Surabaya
Menjalani pola hidup sehat memang mutlak dilakukan agar hidup sehat dan terhindar dari penyakit sindrom metabolik seperti yang sudah Ibu tulis. Sebab, proses atherosclerosis atau penumpukan lemak pada pembuluh darah jantung koroner dimulai sejak usia 20 tahunan. Karena itu, dianjurkan mulai menghitung faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK) sejak usia tersebut.
salah satu parameter yang bisa digunakan adalah Framingham Risk Score. Tujuannya, dapat dilakukan upaya untuk mengatasi faktor-faktor risiko PJK sehingga progresivitas penyakit bisa ditekan. Pola hidup sehat tak hanya menjaga makan, tetapi juga rutin olahraga. Sebab, olahraga membantu membakar lemak di tubuh. Sebisanya perbanyak olahraga dan diimbangi pola makan yang benar. Banyak olahraga yang bisa dipilih. Pemilihan olahraga bisa dengan bersepeda bersama keluarga atau olahraga yang difavoritkan. (dr Saskia D. Handari SpIP – Musi Heart Clinic)