- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Dokter, perlukah pubes (rambut kemaluan) dicukur? Usia saya 17 tahun dan saya rasa pubes tambah banyak. Saya jadi agak risih. Bolehkah pubes dicukur hingga gundul? Atau pubes cukup dirapikan saja?
PP, Sidoarjo
Pertumbuhan pubes dipengaruhi hormon testosteron yang mulai bertumbuh seiring dengan datangnya masa puber. Faktor genetis juga menentukan lebat tidaknya pubes. Ras tertentu cenderung memiliki bulu tubuh yang lebat, termasuk pubes.
Pubes, selain memiliki daya tarik erotis, juga mempunyai fungsi regulasi suhu yang lebih baik sehingga menguntungkan dari aspek reproduksi. Bentuk pubes yang ikal berfungsi sebagai peredam suhu panas dari lingkungan sekitar sehingga testis sebagai pabrik sel benih (spermatozoa) lebih optimal dari aspek produksi.
Dari aspek daya tarik erotis, daerah kemaluan yang berbulu akan lebih mempunyai daya tarik seksual jika dibandingkan dengan tanpa bulu sama sekali. Meski demikian, jika terlalu lebat, rambut kemaluan bisa merepotkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan mencukur rambut kemaluan.
Pastikan alat cukur tidak berpotensi mengakibatkan masalah baru. Misalnya, pisau cukur harus baru dan bukan bekas digunakan orang lain. Beberapa penyakit, antara lain virus HIV dan hepatitis, bisa ditularkan melalui darah dengan media pisau cukur yang dipakai bergantian dengan penderita.
Jika menggunakan silet, cukur pubes searah dengan arah pertumbuhan rambut. Jika mencukur berlawanan arah dengan pertumbuhan rambut, akan lebih mudah timbul lecet untuk kemudian terjadi infeksi.
Dalam merapikan rambut kemaluan, relatif tidak ada masalah. Perawatan pubes bisa dilakukan seperti perawatan rambut pada umumnya. Misalnya, mencucinya dengan shampo. Pada daerah organ kelamin yang cenderung lembap, apalagi jika ada kegemukan atau penyakit kencing manis, infeksi jamur akan mudah terjadi.
Karena itu, menjaga kesehatan secara umum akan berdampak baik pada kesehatan organ reproduksi. Pada pubes yang tidak dirawat dengan baik, akan timbul infeksi, bau tidak sedap dan mengganggu kualitas sperma karena terjadinya kenaikan suhu.
Rasa gatal di daerah organ kelamin karena rambut kemaluan yang terinfeksi jamur, misalnya, akan mengganggu penampilan akibat keluhan gatal tersebut. Menggaruk daerah kelamin di depan umum tentu tidak pantas, sementara menahan untuk tidak menggaruk juga tidak mudah. Merawat pubes dengan baik juga termasuk memakai celana dalam yang sehat.