About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Anggota Komunitas ‘Bike To Work’ Ditembaki Airsoft Gun

Dalam Negeri
Billy, 23.12.2010 - 00:25
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Peringatan untuk para pekerja kantoran dan pengendara sepeda di Jakarta. Seorang pengendara sepeda yang juga anggota komunitas Bike to work’ (B2W di Bekasi luka-luka setelah diserang sekelompok oknum menggunakan airsoft gun. Peristiwa ini terjadi di Jalan Kalimalang, Jakarta Timur, hari selasa (20/12) dini hari. Airsoft gun adalah senjata mainan yang memakai peluru plastik.

Dituturkan Mulyawan, saat kejadian, dirinya sedang dalam perjalanan pulang dari kantornya di kawasanTugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat. “Saya mau pulang ke Bekasi,” tuturnya.

Setibanya di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, tepatnya di depan Depo Bangunan, Mulyawan  berpapasan dengan sebuah mobil Honda Jazz warna silver kebiruan. Saat itu, Mulyawan hanya seorang diri saja. “Waktu itu sekitar pukul 01.00 dini hari,” kata dia. Setelah berada dalam posisi sejajar dengan Mulyawan, tiba-tiba, mobil kaca mobil depan sebelah kiri mobil tersebut terbuka setengahnya, dan pria yang duduk di bagian tersebut mengeluarkan sepucuk senjata dan langsung menembaki Mulyawan berkali-kali.

Mulyawan sontak kaget dan berusaha melindungi diri. Ia tidak sempat mengenali wajah dan plat mobil pelaku, namun ia memperkirakan pelakunya berusia remaja. “Mobilnya gelap dan jalan sekitar juga penerangannya kurang. Tapi sepertinya mereka anak-anak muda,” terangnya.

Setelah kejadian tersebut, Mulyawan yang shock menghentikan kayuhan sepedanya dan menepi untuk memulihkan diri. Saat itulah ia menyadari rasa sakit di bagian lengan kanannya “Saya lihat, lengan saya terluka, berdarah,” katanya.

Mulyawan yakin bahwa senjata yang digunakan pelaku adalah jenis airsoft gun karena dirinya sering melihat benda tersebut di internet. Saya sering browsing tentang airsoft gun, jadi saya tahu kalau itu airsoft gun,” imbuhnya.

Mulyawan mengaku sempat mendengar suara tawa pelaku setelah mereka menembaki dirinya. “Mereka santai saja setelah menembaki saya, sambil tertawa-tawa,” katanya.

Mulyawan juga tidak mengetahui apa alasan anak-anak muda tersebut menyakitinya. “Tadinya saya pikir, apa saya yang terlalu ke tengah jalan. Tapi, saya selalu di pinggir jalan kalau bersepeda,” ujarnya. “Mungkin mereka iseng saja.”

Mulyawan adalah anggota komunitas Bike to Work Rombongan Bekasi (RoBek). Ia sudah mengikuti gerakan bersepeda-ke-tempat-kerja tersebut sejak tahun 2004. Ia juga mengaku kejadian ini tak akan membuat dirinya jera bersepeda. “Kalau berhenti naik sepeda, nggak lah,” tutupnya mantap.

Semoga tidak menjadi ‘hobi’ baru bagi para pelaku..

Beri Komentar