- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Selain ingin memperkuat timnas indonesia di dunia persepakbolaan internasional, Irfan Bachdim ternyata masih punya satu lagi mimpi. Ia ingin membantu anak-anak di indonesia.
2 Tahun lalu, pada seuah tayangan televisi Belanda, Irfan Bachdim tampil dalam serial 12 Bakat FC Utrecht. Program setengah jam tersebut berjudul Forza Utrecht.
Dalam acara tersebut, Irfan Bachdim menyebutkan : Kalau banyak duit, Irfan ingin mempersembahkan uang kepada orang tuanya untuk membangun panti asuhan di Indonesia.
Berikut ini video dalam bahasa Belanda menampilkan seri I. Irfan dan Sebastiaan, dari FC Utrecht menuturkan karir sepakbola dari awal hingga akhir menjelang kontrak prof di Utrecht. Pada akhirnya hanya Irfan yang mendapat kontrak, tapi itupun hanya setahun saja.
Anda bisa melihat videonya langsung melalui link ini : http://gemi.st/7951032
Pada time code 18:00 Irfan Mengatakan (translate dari bahasa Belanda) :
“Suatu ketika saya ingin berbuat sesuatu untuk anak-anak. Saya bisa mengajak mereka berolahraga. Sebab apa yang anak sekarang lakukan (baca-tidak bergerak) hanya nonton televisi, dengan camilan di tangan. Main komputer dan games dll. Itu sangat disayangkan. Saya benar-benar ingin berbuat untuk remaja.”
Time COde 18:30 (translate dari bahasa Belanda) :
“ayah saya juga punya impian untuk membantu anak-anak di indonesia.”
Bermula dari pengalaman sang ayah noval bachdim:
“dua tahun lalu saya ke Indonesia sendiri (2006) ketika sedang naik bis, ada anak kecil menepuk saya dari belakang dan menyodori secarik kertas bertuliskan ‘tolong bantu saya untuk membayar uang sekolah’. Sejak saat itu saya berjanji, kalau suatu saat punya uang, saya ingin membangun panti asuhan untuk anak-anak yang menurut saya sangat membutuhkan.”
Di time code 19′:11″ Irfan mengatakan :
“kalau suatu ketika saya punya pendapatan yang banyak, saya akan mempersembahkan uang kepada ayah supaya dia bisa membangun panti asuhan di Indonesia. Dengan begitu saya juga bisa membantu anak-anak di Indonesia.”
Video tersebut diambil pada 20 September 2010 loh kawan.. Saat dia belum menjadi terkenal di Indonesia pada Desember 2010 ini dalam laganya di Piala AFF 2010, main untuk timnas garuda dan bertemu dengan SBY sang presidennya. Anak muda yang tadinya ditolak persib dan persija awal 2010.
Dan lewat Charity Games pada pertengahan 2010 lalu, akhirnya Irfan dikontrak di Persema dan sekarang menjadi salah satu idola di Timnas Indonesia. Sebuah perjalanan panjang dan butuh kesabaran.
Ternyata Irfan bukan saja seorang yang berpenampilan menarik dan mahir bermain bola. Dia ternyata punya rasa nasionalisme yang lebih dalam daripada hanya menyanyikan “Indonesia Raya” menjelang pertandingan. Dia juga memikirkan masa depan negeri tercintanya, lewat generasi mudanya.
Semangad Irfan, ajak adik-adik di Indonesia mencintai sepakbola, olah raga dan negara mereka!!