- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, adalah sosok pelatih tegas dan ditakuti oleh anak asuhnya. Namun siapa sangka, ada satu pemain yang berani menghajar pelatih asal Skotlandia ini hingga terjengkang?
Alex Ferguson dikenal sebagai pelatih temperamental yang suka menghardik, memaki dan mencaci anak asuhnya yang bermain buruk atau gagal mengikuti instruksinya saat bertanding maupun berlatih. Ternyata tindakan ini, disamping memiliki nilai positif untuk mendongkrak semangat, pernah menjadi bumerang untuk dirinya.
25 tahun silam, saat Alex Fergusen masih melatih klub Skotlandia, Aberdeen, ada satu pemain yang tersulut emosinya dengan perlakuan Ferguson yang demikian. Pemain tersebut bernama Frank McDougall, penyerang andalan Aberdeen dan timnas Skotlandia kala itu.
Kemarahan McDougall terhadap pelatih yang akrab disapa Fergie itu dimulai ketika Fergie secara sepihak menyatakan dirinya ‘fit’ dan ‘siap bertanding’ dalam ajang Piala Skotlandia 1985. McDougall sudah menjelaskan bahwa cedera yang dialaminya masih parah untuk bermain. Apalagi turun sebagai skuad inti, namun Fergie tidak menggubrisnya. Alhasil, McDougall harus ditandu keluar lapangan hanya beberapa menit setelah pertandingan dimulai.

Buku Otobiografi Frank McDougall
Hari berikutnya, setelah pertandingan tersebut, Fergie mulai mengumpulkan para pemain dan meluapkan emosinya, termasuk pada McDougall. “Hanya dalam beberapa detik, Fergie sudah ada di muka saya,” ungkap McDougall di dalam buku otobiografinya yang berjudul ‘McDou-GOAL, The Frank McDougall Story‘. “Tak mungkin lebih dekat lagi. Sebenarnya saya sangat menghormatinya, tetapi ada beberapa situasi yang memaksa Anda beraksi dulu baru berpikir kemudian.”
“Hanya salahnya, saya sedang tidak berada di jalanan di Glasgow, asal saya. Saya sedang ada di tempat kerja saya dan yang di depan muka saya adalah bos saya. Tetapi dia benar-benar keterlaluan dan saya tak bisa lagi menahannya.Saya murka. Kejadiannya bukan seperti adu pukul, lebih seperti saya yang memukuli dia. Saya memukulnya di sisi wajahnya dan dia terjatuh seperti satu ton batu bata. Dari semua kebodohan yang telah saya lakukan, ini adalah yang paling bodoh.”
“Saya memandangi tangan saya dan kemudian memandang ke bawah ke bos saya. Sepertinya dia terjatuh ke tanah dalam gerak lambat. Tetapi kemudian langsung bangkit seolah-olah terjatuh ke sebuah trampolin. Setelah itu ia mulai berteriak. Dia melihat kepada salah satu pelatih kami, Teddy Scott, tetapi berteriak kepada saya. ‘F*** off Mc Dougall, get to f*** back to Glasgow!!(McDougall keparat, kembalikan dia ke Glasgow). Kemudian dia menyuruh Teddy ‘Bawa dia pergi dari sini. Dia sudah tamat!’”
“Saya benar-benar merasa mual di perut saya. Keringat jagung menetes dari alis saya dan saya 100 persen yakin sudah mengacaukannya.”
Demikian tulis McDougall dalam salah satu paragraf bukunya.
Namun akhirnya keduanya berdamai berkat campur tangan Teddy Scott, pelatih kedua tersebut. McDougall pun kembali ke tim inti dan bermain reguler seperti biasa.
Bahkan Fergie benar-benar memaafkan kelakuan pemain andalannya ini. Dalam otobiografi tersebut, tersemat pujian Fergie terhadap ketajaman McDougall, yang mencetak 104 gol dari 207 pertandingan sepanjang karirnya. Frank McDougall berkarir di tiga klub sepanjang karirnya sebagai pemain, yakni Clydebank, St Mirren dan Aberdeen. Ia pensiun tahun 1987 pada usia 29 tahun karena masalah punggung.
Biar galak, yang penting ga pendendam kan ![]()