- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Sejak dirilis oleh Google 2 tahun lalu, Android dikenal sebagai Operating System untuk smartphone elit. Di negara-negara maju, seperti Amerika, Korea dan beberapa negara Eropa, OS Android meraih kesuksesan cukup besar.
Namun secara keseluruhan, Android kesulitan untuk mengungguli kompetitornya, yakni BlackBerry. Terutama di Indonesia, hingga saat ini pengguna smartphone berbasis Android masih terbilang sedikit.
Apa alasan OS canggih itu sulit menguasai pasar Indonesia?
Berikut 3 penyebab Android sulit menggeser posisi BlackBerry di Indonesia, menurut pengamatan pengguna Android dan anggota dari komunitas ID Android Indonesia, Lucky Sebastian.
Pertama, BlackBerry cukup diminati karena keypad Qwerty. Cocok dengan karakter pengguna di Indonesia yang menggemari text messaging. Sedangkan kebanyakan ponsel Android yang beredar sejauh ini berteknologi layar sentuh. Hal ini berbeda dengan di negara lain, seperti Singapore dan Hong Kong, karakternya tidak terlalu mementingkan fasilitas text messaging, sehingga BlackBerry tidak terlalu digemari disana.
Kedua, jaringan backbone Internet di Indonesia masih kurang memadai. Padahal, hampir seluruh ponsel Android membutuhkan akses Internet cepat.
Ketiga, ponsel-ponsel Android yang beredar masih relatif mahal. Karena mahal, ponsel-ponsel tersebut sulit dijangkau anak muda.
Maka, menurut kesimpulan Lucky, anak muda sangat berpengaruh untuk mengendarai tren pasar. Porsi mereka adalah yang terbesar di pasar. Sehingga, ketika sebuah gadget atau handset mulai digandrungi anak muda, maka tren pasar berpotensi mengikutinya.
Lucky juga yakin suatu saat Android akan menggeser BlackBerry dari puncak popularitasnya di Indonesia, pasalnya menurut Lucky, Android jauh lebih kuat dan fleksibel. Platform milik Google Android sifatnya terbuka. Hal ini membuat Android dapat dikustomisasi mengikuti apa mau penggunanya.
Bagaimana, setujukah anda? ![]()