- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Hujan es disertai petir yang mengguyur Bali hari kamis (16/12) kemarin ternyata merenggut nyawa. Seorang petani di daerah Petang, Kabupaten Badung tewas tersambar petir karena nekat menggarap sawahnya di tengah cuaca buruk yang melanda.
Petani bernama I Nyoman Sudian itu tewas mengenaskan dengan sekujur tubuh terbakar. Dari informasi yang berhasil dihimpun, petani yang akrab disapa I Punduh itu nekat berangkat ke sawahnya padahal hujan tengah deras dan petir menyambar sambung menyambung. Saat korban tengah membajak sawahnya di Subak Parigeding Munduk Piakah, Banjar Sekar Mukti, Desa Pangsan, tiba-tiba terdengar bunyi petir cukup keras.
Petir tersebut seketika menyambar tubuh I Punduh yang tengah asyik bekerja. Petani ini pun roboh seketika setelah terkena sambaran petir. Para rekan korban yang melihat langsung kejadian tersebut panik dan melarikan korban ke Puskesmas terdekat, namun nyawanya sudah tidak tertolong lagi.
“Korban langsung dibawa ke Puskesmas Kecamatan Blahkiuh. Dari keterangan rekannya, korban sudah meninggal saat masih di sawah,” ujar Kepala Desa (Perbekel) Adat Pangsan, I Made Suarjana.
Setelah dipastikan tewas, jasad korban segera disemayamkan di rumah duka dan kini menati proses penguburan. “Keluarganya masih syok dengan kejadian ini,” imbuh Suarjana yang turut mengantar ke kediaman korban.
Memang pada kamis siang tadi, cuaca Bali sedikit aneh. Hujan turun mendadak dan secara perlahan meliputi sebagian besar wilayah Bali. Bahkan di beberapa daerah turun hujan es, seperti Padang Sambian, Renon dan Panjer.
Saat kejadian, kawasan Pangsan dan sekitarnya terlihat mendung, namun tidak turun hujan. Karena tidak ada hujan itulah, membuat warga setempat tetap nekat bekerja melanjutkan aktivitasnya seperti biasa di sawah.
Ternyata petir yang menyertai hujan tersebut tengah mengganas, akibatnya salah satu warga Bali menjadi korbannya.
Turut berduka untuk korban, semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan.