- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Lagi-lagi Ruhut Sitompul tidak mampu menjaga lidahnya. Pernyataan Ruhut Sitompul terkait aspirasi masyarakat Yogyakarta tentang Keistimewaan Yogyakarta memicu kemarahan rakyat Yogyakarta. Bahkan masyarakat Yogyakarta menantang Ruhut Sitompul untuk datang dan berbicara langsung dihadapan masyarakat Yogya.
“Kalau Ruhut Sitompul kalau belum mati, belum bisa dia berhenti bicara yang tidak enak. Bukan cuma dalam masalah Keistimewaan Yogyakarta, namun banyak hal,” ucap Sukirman Hadiwiyono.
“Masyarakat disini sudah marah besar dengan Ruhut mas, dia ngomong seperti tidak menghargai budaya dan kami. Masa anggota Dewan Perwakilan Rakyat begitu. Dia wakil rakyat atau penjilat penguasa sih. Kami tantang dia kalau berani datang ke Yogyakarta dan ngomong langsung di depan kami, atau kami yang datang ke Jakarta untuk dengar dia ngomong langsung,” tegasnya.
Sukirman juga mengatakan saat ini masyarakat Yogya sudah mengarah ke pemboikotan terhadap Partai Demokrat. “Kalau sekarang Demokrat itu dalam bahaya disini, mereka harus waspada, jadi jangan bikin panas hati masyarakat Yogya terus,” katanya.
Kemarahan warga Yogyakarta itu dipicu oleh omongan dari juru bicara DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul yang melihat aksi masyarakat Yogyakarta tentang penetapan Gubernur, yang dimana aksi tersebut sama sekali tidak mencerminkan masyarakat Yogya. Ruhut bahkan menyamakan aksi tersebut seperti aksi massa PKI pada tahun 1965.
“Iya kalau lihat demo kemarin aku ingat waktu tari genjer-genjer waktu di Halim tahun 1965. Seperti orang tari genjer-genjer tahun 1965,” ujar Ruhut, sebelumnya.
Menanggapi ucapan Ruhut yang sembarangan itu, analis sejarah dari Universitas Sumatera Utara (USU), Budi Agustono menganggap Ruhut tidak paham budaya dan sejarah.
“Menjaga mulut akan menjaga kewibawaan,” katanya Budi.
Sumber : Waspada
wew… wkwkwkwk poltak di demo..
mau di matiin pula.. hahaha…