- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Berita dari kubu timnas, nampaknya pelatih Alfred Riedl akan mencoba strategi untuk mengantisipasi serangan balik ketika menghadapi Filipina di semifinal piala AFF hari kamis (16/12) mendatang. Salah satunya kemungkinan pengaplikasian strategi tersebut adalah menduetkan Christian Gonzales dengan Bambang Pamungkas.
Pada latihan timnas hari selasa (14/12) kemarin, Riedl terlihat membagi tim menjadi dua dan menginstruksikan tim pertama bertahan dan melakukan serangan balik kilat kepada tim kedua yang bermain dengan pola biasa. Hal ini dilakukan karena Filipina terbukti mematikan dalam hal serangan balik. Pada saat melawan Vietnam, Filipina menerapkan taktik ‘parkir bus’ atau ‘grendel’ dan sepenuhnya mengandalkan serangan balik. Hasilnya, mereka menggulung tuan rumah Vietnam dengan dua gol tanpa balas.
Inilah yang ingin diantisipasi oleh Riedl. Pelatih asal Austria yang sudah malang melintang di Asia Tenggara ini ingin menerapkan pola baru untuk meredam serangan balik Filipina sekaligus menyeimbangkan penyerangan dan pertahanan.
Dalam latihan tersebut, terlihat Bambang berlatih dengan tim utama bersama pemain inti pada pertandingan sebelumnya. Sang kapten yang lebih banyak dibangkucadangkan selama pagelaran AFF itu sepertinya akan diberikan kepercayaan untuk menjadi starter. Bepe akan mengisi slot Irfan Bachdim, idola baru masyarakat Indonesia yang kebetulan tampil buruk pada pertandingan terakhir melawan Thailand.
Bepe diharapkan dapat melakoni peran Target Man bersama Gonzales untuk melakukan umpan-umpan satu dua kepada barisan gelandang dan sayap, dan mampu menciptakan peluang di kotak penalti, terutama menyambut umpan-umpan silang pemain sayap lainnya.
Selain Bepe, tim inti pada sesi latihan tersebut beranggotakan tetap, antara lain penjaga gawang Markus Haris Maulana. Di barisan belakang, ada Muhammad Nasuha, Maman Abdurahman, Hamka Hamzah dan Zukifly Syukur. Lini tengah bermaterikan Muhammad Ridwan, Ahmad Bustomi, Firman Utina dan Oktovianus Maniani.
Kita nantikan saja apakah keputusan Riedl akan kembali membuahkan hasil positif bagi Indonesia. Maju terus Garuda!!