About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Riedl : Pemain Timnas Sudah Seperti Pemain Sirkus

Olahraga
Nenglya, 12.12.2010 - 08:13
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Hasil sempurna yang didapat timnas senior selama babak penyisihan Grup A Piala AFF 2010 di Jakarta pada 1-7 Desember mengundang dan menyedot perhatian publik melalui pemberitaan di media massa.

Dari beberapa pertandingan penyisihan itu, muncul idola baru masyarakat dari skuad timnas senior. Pemain paling mendapat sorotan adalah dua pemain ‘baru’, Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales. Tidak ketinggalan juga Bambang Pamungkas dan Firman Utina.

Dari semua pemain timnas, Irfan bachdim menjadi sorotan utama media massa. Bukan saja yang biasa meliput kegiatan sepakbola nasional, tapi media massa yang sebelumnya jauh dari dunia olahraga.

Tidak jarang media yang sebelumnya hampir tidak pernah menyentuh kegiatan sepakbola nasional, tiba-tiba bermunculan di hotel dan lapangan latihan untuk melakukan wawancara terhadap pemain maupun pelatih Alfred Riedl.

Dalam latihan pertama setelah libur selama dua hari usai mengikuti tiga laga penyisihan Grup A, lapangan latihan timnas PSSI di kawasan Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat (10/12/2010), suasananya seperti pasar malam.

Selain sekitar 1.000 fans sepakbola, ada juga media yang selama ini tidak pernah terlihat meliput kegiatan sepakbola nasional. Kebanyakan media itu pun melakukan wawancara dengan konteks di luar sepakbola.

Riedl sedikit geram melihat media massa yang dianggapnya terlalu berlebihan dan tidak ada kaitan dengan Piala AFF 2010, akan mengganggu fokus pemain. Dia beranggapan ekspetasi yang terlalu tinggi dari masyarakat, dikhawatirkan menjadi bumerang bagi timnas. Apalagi yang menjadi sorotan sama sekali tidak berkaitan dengan pertandingan di Piala AFF.

Selama ini, Riedl paling tidak suka jika ada media yang menyoroti individu pemain. Riedl pun akhirnya melarang media melakukan wawancara pemain di hotel, serta tak mengizinkan pemain menghadiri undangan datang ke stasiun televisi.

Hmmm…. Sebaiknya media massa baca dan camkan ini baik baik.. terutama media televisi yang penyebaran beritanya visual.. dan bisa di lihat langsung di manapun

“Apa yang terjadi saat ini adalah pemain sudah seperti sirkus. Ini sudah sangat berlebihan. Kami ingin bekerja sama dengan media, tapi bukan seperti ini caranya. Pemain saya bukan seperti kuda sirkus, dan anda sutradaranya yang bisa menyuruh mereka melakukan ini dan itu. Itu tidak boleh terjadi”

“Jika diangkat-angkat terus tentu seorang pemain sedikitnya akan merasa ‘tinggi’, itu yang tidak boleh, karena pasti dia akan beranggapan dirinya lebih baik dibanding yang lainnya. Padahal, sepakbola itu permainan tim, keberhasilan itu adalah kerja keras tim dan bukan individu,”

“Kami akan berusaha menjauhkan media dari hotel, karena pemain jadi sangat terganggu. Kami berharap kalian bisa bekerja sama. Wawancara hanya boleh dilakukan saat pemain berjalan dari lapangan ke dalam bus usai latihan.”

Pernyataan Riedl ini bertolak belakang dengan kondisi sebelum penyisihan grup Piala AFF 2010 digulirkan. Riedl selalu bersikap ramah kepada wartawan yang biasa meliput kegiatan sepakbola nasional.

Padahal keramahan Riedl itu masih terlihat beberapa hari sebelum Piala AFF dimulai. Bahkan, ketika memberi keterangan kepada wartawan usai pertandingan pun, Riedl masih sempat bercanda dengan wartawan. Kini, keramahan itu perlahan mulai terusik.

sumber : tribun

*ya jelas lah om wartawan wong dia ga mau di liput terus terusan.. mana bisa konsen latihan kalau di liput. Lagian nanti lawan bisa tau dong beritanya… Semangad Om Riedl.. Kamu Bisa!!!!

Beri Komentar