- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Pasca meletusnya Merapi, rentetan kejadian bencana alam di Indonesia belum juga usai. Kali ini banjir lahar dingin yang sebelumnya dikhawatirkan para ahli benar benar terjadi. Tingginya curah hujan di puncak Merapi dua hari terakhir menurunkan aliran lahar dingin. Jika sebelumnya banjir lahar dingin memutus jalan Jogja – Magelang, kini juga menimbun pasar tradisional di desa Jumoyo, Gempol, Magelang.
Banjir lahar dingin yang terjadi Rabu (8/12) sore, menimbun kampung dan pasar di Magelang setinggi lebih dari 1 meter. Banjir lahar dingin itu dibawa oleh aliran sungai Kali Putih yang berasal dari puncak Merapi.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Lahar dingin berupa pasir campur abu, batu dan lumpur yang dibawa dari puncak Merapi menyusuri sungai. Bedanya, jika air akan mengikuti alur sungai maka lahar dingin lebih bersifat lurus karena dengan cepat memenuhi jurang atau menimbulkan endapan dalam waktu singkat sehingga kali jadi penuh.
Sampai dengan berita ini diturunkan, warga masih sibuk menggali lumpur dan pasir yang menimbun rumah serta pasar di kampungnya menggunakan peralatan seadanya. Tidak ada korban jiwa dalam banjir lahar dingin ini.
